Sosok Difabel Inspiratif yang Bisa Memotivasi Kamu

Penyandang difabel memang memiliki keterbatasan tapi bukan berarti mereka enggak bisa menginspirasi. Bahkan banyak difabel yang berhasil dalam menjalani hidup, berprestasi dan pastinya dapat memotivasi kamu loh TemanBaik. Biar kamu semakin bersemangat dalam menjalani hidup, yuk kenalan dengan empat sosok difabel inspiratif berikut.

Djumono
Djomono adalah pria berusia 50 tahun yang terlahir dengan kondisi tubuh yang lengkap. Namun pada tahun 1992 kaki kirinya harus diamputasi akibat mengalami penyempitan pembuluh darah. Ia sempat merasa sedih, minder dan terpuruk dan seiring berjalannya waktu ia berhasil bangkit dari keterpurukan tersebut. Pada tahun 1997, Djumono mulai terlibat aktif di organisasi Komite Advokasi Penyandang Cacat Indonesia (KAPCI) dan memperjuangkan hak-hak penyandang disabilitas. Upaya Djumono memotivasi para penyandang disabilitas dilakukan melalui berbagai kegiatan organisasi, personal, hingga menjadi narasumber tetap di Radio Republik Indonesia (RRI).

Ahmad Sobandi
Ahmad Sobandi adalah pemuda berusia 28 tahun yang tidak bisa berbicara. Meski begitu, pria asal Purwakarta ini membuktikan kalau keterbatasan yang dimilikinya justru membuatnya mampu menciptakan robot. Ahmad menciptakan lima robot berbentuk seperti laba-laba, yang semuanya dikendalikan melalui remot kontrol. Atas kemampuan Ahmad, Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi menjanjikan bantuan berupa pendampingan hingga dana. 

Jendi Panggabean
Meski hanya memiliki satu kaki, namun Jendi Panggabean membuktikan kalau dirinya mampu menjadi atlet renang berprestasi. Jendi sudah mengantongi sejumlah prestasi gemilang. Ajang internasional perdananya yaitu pada 2013 di Myanmar Asean Para Games. Saat itu ia sukses menyabet dua emas dan satu perak. Pada Para Games Singapura 2015, Jendi pun meraih tiga emas, dua perak, dan satu perunggu. Di Peparnas XV Bandung 2016, ia kembali meraih tiga emas. Pria kelahiran 10 Juni 1991 ini juga berhasil meraih 5 medali emas di ajang Asean Para Games 2017 di Kuala Lumpur, Malaysia.

Nanda Mei
Nanda Mei adalah salah satu atlet paralimpik nomor 100 meter, 200 meter dan 400 meter, yang terlahir dengan separuh lengan kanan. Perempuan kelahiran 17 Mei 1999 ini pernah meraih medali perak di lari 100 meter dan 200 meter, serta meraih medali perunggu di lari 400 meter pada ajang Asean Para Games 2014 di Myanmar. Nanda juga sukses meraih 3 medali emas sekaligus pada ajang Asean Games 2015 di Singapura pada cabang atletik. Prestasi yang baru-baru ini ia berhasil raih adalah menyabet 3 medali emas di Asean Para Games 2017 di Malaysia, di mana ketika itu Indonesia keluar menjadi juara umum.

Foto: Pixabay

Attachments area



Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler