Mengenang Sosok Sastrawan NH Dini Lewat Karya-karyanya

Bandung - Kabar duka datang dari dunia sastra Indonesia. Novelis NH Dini meninggal dunia pada Selasa, 4 Desember 2018 di usia 82 tahun. Selama hidupnya, perempuan bernama lengkap Nurhayati Sri Hardini Siti Nukatin ini telah melahirkan sejumlah karya. 

Selain dikenal sebagai seorang sastrawan Indonesia, NH Dini adalah ibunda dari Pierre Coffin, seorang sutradara sekaligus pencipta karakter 'Minion' di film 'Despicable Me'. NH Dini juga dikenal sebagai sosok feminisme dan telah menerbitkan 20 buku dengan isu feminisme. Untuk mengenang NH Dini, berikut adalah lima karya besar sang sastrawan yang lahir di Kota Semarang, 29 Februari 1936 ini.

La Barka (1975)
'La Barka' merupakan salah satu novel terbaik NH Dini yang diterbitkan tahun 1975 oleh Dunia Pustaka Jaya, Jakarta. Novel ini menyajikan lima bab yang masing-masing diberi judul sesuai dengan nama tokoh cerita. La Barka bercerita mengenai kehidupan para istri yang telah bercerai. NH Dini menyatakan kalau La Barka mengungkapkan perasaan-perasaan wanita dari sudut pandang wanita.

Namaku Hiroko (1977)
'Namaku Hiroko' adalah novel yang bercerita tentang gadis desa bernama Hiroko dari keluarga petani miskin. Ibu Hiroko meninggal ketika ia berusia 4 tahun, sementara ayah Hiroko menikah lagi. Dari ibu tirinya, Hiroko memiliki dua adik laki-laki. Beragam konflik menghampiri kehidupan Hiroko, meski demikian ketika dewasa Hiroko berhasil menjadi seorang yang sukses dan dapat menyekolahkan dua adik tiri dan kehidupan orang tuanya di desa.

Orang-orang Trans (1983)
'Orang-orang Trans' adalah novel yang mengisahkan seorang tokoh bernama Samirin yang bersifat jujur, pemberani dan bersemangat dalam bekerja. Samirin menolak ketika ayahnya ingin membantu mencarikan pekerjaan lewat kawannya. Sang ayah pun kecewa melihat perlakuan anaknya tersebut.

Pertemuan Dua Hati (1986)
Novel 'Pertemuan Dua Hati' memiliki dua tokoh penting, yaitu Ibu Suci dan Waskito serta dilengkapi tokoh-tokoh pendukung lainnya. Novel ini menceritakan tentang Ibu Suci yang menjadi pengajar di Sekolah Dasar selama hampir 10 tahun di Purwodadi. Waskito adalah salah seorang murid Ibu Suci yang berperilaku tidak baik, nakal dan sulit diatur. Namun, setelah mendapat semua informasi, Ibu Suci akhirnya mengerti perasaan Waskito.

Hati yang Damai (1998)
'Hati yang Damai' menceritakan tokoh bernama Dati dan mantan kekasihnya bernama Sidik yang baru pindah ke kota tempat tinggalnya. Sidik adalah seorang pria yang sudah tua dan Dati telah memiliki suami seorang penerbang dan dua orang anak. Namun Sidik tidak peduli dan berusaha memancing agar hubungan cinta mereka tetap terus berlanjut.

Selamat jalan NH Dini.



Foto: idwriters.com

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler