Mengenang Dedikasi Atep Selama 10 Tahun di Persib

Bandung - Nama Atep sudah sangat identik sebagai pemain Persib Bandung dalam 10 tahun terakhir sejak 2008. Ia bahkan sudah menjadi ikon dari klub berjuluk 'Maung Bandung'. Tapi, Atep kini tidak akan memperkuat Persib lagi. Manajemen dan tim pelatih sudah memutuskan tidak memperpanjang kontrak pemain yang identik dengan nomor punggung 7 itu.

Keputusan itu sangat mengejutkan bagi banyak pihak, termasuk Atep. Bahkan, pria kelahiran Cianjur 33 tahun lalu itu mengaku menangis saat mendengar keputusan namanya terdepak dari skuat Persib.

Tapi, ia berusaha tegar menerima keputusan harus keluar dari tim impian yang sangat dicintainya. Meski begitu, rasa cinta Atep pada Persib tidak surut. "Sekarang saya menjadi seorang Bobotoh (sebutan suporter Persib)," kata Atep.


Karir sendiri cukup menarik untuk diulas. Pemain berposisi sayap itu memulai karir profesional di tim rival Persib, yaitu Persija Jakarta, dalam kurun 2004-2008.

Pada 2008, di era pelatih Jaya Hartono, Atep direkrut ke Persib. Ia sempat kesulitan mendapatkan posisi di tim inti. Tapi, seiring berjalannya waktu dan kerja kerasnya, Atep mendapatkan tempat sebagai pemain utama.

Bahkan, Atep beberapa tahun didaulat menjadi kapten tim. Saat Persib menjuarai kompetisi ISL 2014 dan Piala Presiden 2015, ban kapten melingkar di lengannya saat mengangkat trofi.

Ia pun mengungkap momen paling berkesan selama karirnya bersama Persib, yaitu membawa Persib juara ISL. Sebab, Persib harus menanti 19 tahun untuk mengangkat trofi kasta tertinggi sepakbola Indonesia.

"Mimpi saya saat ke Persib adalah membawa trofi dan itu berhasil pada 2014. Itu momen yang akan diingat abadi oleh saya," tutur Atep.

Karena mimpinya sudah terwujud, tak ada rasa penyesalan dalam diri Atep setelah kini tersingkir dari Persib. Sebab, satu bintang di atas logo Persib yang menandakan gelar juara sudah bertambah saat ia masih aktif sebagai pemain.

Atep pun belum memutuskan akan berlabuh ke klub mana musim depan. Tapi, ia berkeinginan bermain di luar negeri karena rasa cintanya pada Persib.

"Satu-dua tahun ke depan saya akan bertahan untuk tetap bermain sepakbola. Harapannya tidak di tim Indonesia. Saya tidak mau bertemu melawan Persib. Ketika bertemu dan menjadi musuh di lapangan, itu sangat berat buat saya," jelasnya.

Bersama Persib, Atep sudah mencatatkan ratusan penampilan dan puluhan gol. Salah satu gol yang akan diingat Bobotoh adalah gol ke gawang Arema FC di Semifinal ISL 2014. Itu jadi salah satu gol penting yang membawa Persib ke final dan akhirnya meraih gelar juara.


Foto: Official Persib
Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler