Mariani Chandra Bikin Telobag Si Kantong Organik dari Singkong

Jakarta - Gerakan zero waste saat ini sedang sangat gencar-gencarnya dikampanyekan, dan sudah cukup berhasil menarik perhatian masyarakat luas. Sebagian besar masyarakat sudah mulai menyadari bahwa sampah yang dihasilkan oleh manusia, terutama sampah plastik, telah mengancam lingkungan, baik di darat ataupun laut.

Melihat fakta bahwa penggunaan plastik untuk sekali pakai dan kemudian dibuang, dapat merusak lingkungan. Pasalnya, sampah-sampah plastik tersebut hanya akan mengendap di tempat pembuangan sampah dan baru akan terurai sekitar 500 - 1.000 tahun lamanya. Oleh karena itu, muncul lah sebuah kantong nabati yang diberi nama Telobag. Sebuah kantong alternatif yang akan hancur dan menyatu dengan alam selama 2 - 6 bulan.

Merujuk pada namanya, Telobag merupakan sebuah kantong atau tas yang bahan pembuatannya adalah singkong. Telobag diproses dengan menggunakan daging singkong (pati), kemudian diajdikan tepung singkong, lalu berubah menjadi pelet, dan selanjutnya dimasukan ke dalam mesin blow yang hasil akhirnya menjadi sebuah kantong.

Mariani Chandra sebagai manufaktur kantong organik ini, memiliki tujuan untuk mengedukasi masyarakat untuk mulai menggunakan kantong nabati yang ramah lingkungan, untuk menggunakan kantong plastik konvensional dalam kehidupan sehari-hari. Telobag sudah mulai dipasarkan sejak Agustus 2017.

Dengan adanya Telobag, diharapkan konsep 5R (Reduce, Reuse, Recycle, Replace, dan Reprair) dalam masyarakat dapat dilakukan secara sempurna. Sampah-sampah yang ada, bisa dipilah terlebih dulu sebelum dibuang.

“Orang-orang yang ingin mengurangi penggunaan plastik biasanya akan membawa ecobag ketika berbelanja, membawa tumbler (botol minum) saat berpergian, atau membawa sedotan mereka sendiri. Tapi, setelah berbelanja, terutama sampah sisa sayuran, biasanya akan dimasukan ke kantong plastik (kresek), dijadikan satu, dan dibuang," ujar Mariani.

"Padahal harusnya sampah-sampah itu dipilah dulu sesuai jenisnya (organik dan anorganik) sebelum dibuang. Sampah organik juga lebih baik dibuang ke dalam tanah, seperti lubang biopori, atau diolah menggunakan komposter. Tapi 'kan tidak semua orang punya sumur biopori atau komposter, jadi pilihannya bisa menggunakan kantong organik. Sehingga kantong beserta sampah organik tersebut, nantinya dapat terurai dan dijadikan kompos," tambahnya.

Selain sebagai kantong sampah, Telobag juga bisa digunakan sebagai kantong laundry, kantong belanja, apron atau celemek sekali pakai, kantong pembuang kotoran hewan, dan lain-lain. Varian Telobag saat ini juga beragam, mulai dari bentuk singlet (T-Shirt bag), oval, dan yang terbaru adalah jenis kantong serut, di mana tali serutnya juga terbuat dari serat singkong dan bisa menaham beban hingga 2 kilogram.

Kedepannya, perempuan berambut sebahu itu memiliki keinginan untuk dapat terus menambah model Telobag. Produk-produknya dapat ditemukan di Indonesia dan Singapura. Telobag bisa didapatkan melalui website www.telobag.com ataupun di beberapa marketplace.


Foto: Dok. Mariani Chandra


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler