Kisah Cinta Tiga Presiden Indonesia yang Setia Hingga Akhir Hayat

TemanBaik, ada banyak kisah cinta inspiratif dan menarik untuk dibahas. Salah satunya adalah kisah cinta para presiden Indonesia.

Tanpa melupakan sosok presiden lainnya, ada tiga sosok presiden Indonesia yang kisah cintanya bikin terhanyut. Kisah cinta mereka hanya dipisahkan oleh maut. Siapa saja mereka?

1. Soeharto dan Ibu Tien
Raden Ayu Siti Hartinah atau akrab disapa Ibu Tien Soeharto adalah istri Presiden kedua Indonesia Soeharto. Ibu Tien banyak dikenal publik sebagai sosok yang membuat Soeharto menjadi tokoh penting di Indonesia.

Kedua insan yang saling mencinta ini dipisahkan ajal pada 28 April 1996. Kesedihan mendera Soeharto. Bahkan, saat itu, kesedihan melanda banyak rakyat Indonesia.

Ibu Tien sendiri merupakan adik kelas Soeharto saat bersekolah di Wonogiri. Usai sekolah, keduanya sempat dipisahkan waktu beberapa tahun. Hingga akhirnya, Soeharto kemudian jadi tentara dan Ibu Tien bergerak di organisasi perjuangan perempuan Laskar Wanita Indonesia (Laswi) serta Palang Merah Indonesia (PMI).

Singkat cerita, saat usia Soeharto dinilai matang untuk menikah, oleh sang paman dan istrinya Soeharto ditawari untuk dijohokan loh. Tahu enggak TemanBaik jika ternyata sosok gagah Soeharto saat itu minder saat tahu dijodohkan dengan Ibu Tien?

Hal itu benar-benar terjadi loh. Soeharto yang merasa sebagai orang kampung dan anak petani merasa ragu apakah Ibu Tien akan mau dijodohkan dengannya. Itu karena Ibu Tien berasal dari kalangan keluarga ningrat.

Keduanya memang berjodoh, perjodohan berjalan lancar hingga akhirnya mereka menikah. Bahkan, sebelum menerima lamaran Soeharto, Ibu Tien sudah menolak beberapa pria loh, TemanBaik. Itu karena Ibu Tien ternyata sudah naksir Soeharto sejak masih sama-sama bersekolah di Wonogiri.

Pernikahan pun digelar 26 Desember 1947. Enggak ada pesta besar atau gegap gempita pernikahan. Sebab, saat itu Belanda masih sibuk melakukan agresi militer di Indonesia. Alhasil, pernikahan Soeharto dan Ibu Tien pun berlangsung sangat sederhana. Malah dikabarkan penerangan pun hanya menggunakan lilin saja loh.

Kesetiaan cinta keduanya pun sangat teruji. Hingga akhirnya, hanya maut yang memisahkan mereka

2. BJ Habibie dan Ainun
BJ Habibie merupakan Presiden Indonesia ketiga. Sedangkan sang istri bernama Hasri Ainun Besari atau akrab disapa Ainun.

Sama dengan Soeharto dan Ibu Tien, Habibie dan Ainun pernah satu sekolah, tepatnya Ainun merupakan adik kelas Habibie di SMA. Keduanya dikenal sebagai para siswa cerdas.

Keduanya pun sering dijodoh-jodohkan oleh guru saat di SMA. Itu karena keduanya sama-sama siswa pintar. Tapi, Habibie sama sekali enggak menaruh hati pada Ainun muda.

Mungkin karena kesal sering dijodohkan, Habibie bahkan sempat menyebut Ainun jelek dan gendut. Malahan Ainun disebut hitam seperti gula Jawa loh TemanBaik. Tapi, Ainun sama sekali tidak pernah marah meski diejek Habibie muda.

Singkat cerita, keduanya berpisah sekitar 8 tahun. Saat itu, Habibie menempuh pendidikan di Institut Teknologi Bandung (ITB) dan melanjutlkan pendidikannya di Jerman. Setelah itu, Habibie pulang ke Indonesia.

Sepulang dari Jerman, dalam sebuah momen Habibie akhirnya kembali bertemu dengan Ainun. Ia pun terpesona dengan perubahan Ainun yang dinilai lebih cantik dari sosok gula Jawa yang disebutnya dulu.

Seiring berjalannya waktu, keduanya menikah pada 12 Mei 1962. Mereka dikaruniai dua anak yaitu Akbar Habibie dan Thareq Kemal Habibie.

Selama menjalani kisah cinta, sebenarnya enggak banyak loh yang tahu romantisme dan indahnya kebesamaan mereka. Tapi, hal itu akhirnya banyak diketahui publik setelah Ainun meninggal pada 22 Mei 2010. Sempat dirawat di Jerman, kanker ovarium yang diderita Ainun enggak bisa disembuhkan dan akhirnya dijemput ajal.

Saat itulah kisah cinta Habibie dan Ainun mulai banyak terungkap ke permukaan. Habibie terlihat begitu mengalami kesedihan mendalam. Bahkan, saking sedihnya, Habibie depresi hingga disarankan masuk rumah sakit jiwa setelah ditinggal sang istri yang dicintainya.

Untuk menyembuhkan depresinya, Habibie disarankan dokter untuk melakukan beberapa hal, salah satu pilihannya adalah menulis catatan soal depresinya.

Dalam kurun 2,5 bulan, Habibie menekuni menulis. Ia menggambarkan bagaimana lika-liku kehidupan cintanya bersama Ainun. Hingga akhirnya, setelah 2,5 bulan dijalani, Habibie dinyatakan sembuh dari depresinya.

Kisah cinta yang ditulisnya itu akhirnya dibubukan dan menggugah perasaan banyak orang. Bahkan, banyak yang iri dengan manisnya kisah cinta Habibie-Ainun. Buku itu menjadi best seller, bahkan sampai dibuatkan film yang dibintangi Reza Rahadian.

3. SBY dan Ani Yudhoyono
Pasti pasangan ini masih hanya dalam ingatan TemanBaik. Kristiani Herawati atau akrab disapa Ani Yudhoyono meninggal pada 1 Juni 2019 setelah cukup lama dirawat di Singapura akibat mengidap kanker darah.

Ani sendiri dikenal sebagai sosok yang sangat setia mendampingi Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dari masa sulit hingga bisa menjadi Presiden. SBY merupakan Presiden Indonesia keenam.

SBY dan Ani menikah pada 1976 silam. Dari pernikahannya, mereka dikaruniai dua anak yang kini menjadi politisi, yaitu Agus Harimurti Yudhoyono dan Edhie Baskoro Yudhoyono.

Salah satu kisah paling epik dari cinta SBY dan Ani adlaah pengorbanan besar Ani. Semasa SBY masih berpangkat letnan satu belum memiliki penghasilan yang besar.

Ani rela enggak meneruskan kuliah kedokterannya. Ia memilih hidup sederhana untuk mendampingi SBY sebagai suaminya. Dengan gaji pas-pasan SBY saat itu, Ani bahkan sampai sempat berjualan es bermodalkan susu jatah SBY sebagai prajurit. Ia menjual es jualannya dengan cara dititip.

Mau tahu bagaimana prihatinnya kehidupan SBY dan Ani? SBH sering mengambil jatah makanannya sebagai prajurit TNI untuk dibawa ke rumah. Jatah makanan itu adalah satu cangkir kaleng bubur kacang hijau. SBY enggak menyantapnya di kantor, melainkan membawanya pulang.

Di rumah, bubur kacang itu diolah sedemikian rupa agar menjadi banyak dan bisa dinikmati oleh semua anggota keluarga. Bahkan, SBY juga sering membawa jatah telur rebusnya ke rumah. Ia rela tidak memakannya demi memberikannya pada Agus yang saat itu masih kecil.

Singkat cerita, karir SBY pun terus mengalami peningkatan. Puncaknya, SBY menjadi Presiden Indonesia dalam kurun 2004-2014. Ya, dua periode beliau menjabat Presiden.

Selama menjadi Presiden itulah sosok Ani begitu lekat. Ani sering mendampingi SBY dalam berbagai kegiatan. Tapi, kebersamaan keduanya harus berakhir. Kini, jenazah Ani sudah dimakamkan. Selamat Jalan, Ibu Ani Yudhoyono.

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler