Kegigihan Vabyo Kembali Menulis Buku Usai Pulih dari Stroke

Bandung - Penulis Valiant Budi Yogi atau yang akrab disapa Vabyo belum lama ini merilis buku terbarunya berjudul 'Tukar Takdir'. Buku ini berisi 12 cerita pendek tentang nasib makhluk hidup yang ada di dunia. Kira-kira dari mana ya ide menulis buku ini berasal?

"Idenya dari pengalaman sendiri, dari pengalaman para makhluk yang curhat sama saya, dari yang semangat hidup tapi dipanggil Tuhan, dari yang berumur panjang namun rindu kematian," jelas Vabyo kepada BeritaBaik, Kamis (20/6/2019).

TemanBaik tahu enggak kalau sebelum menulis buku terbarunya ini, Vabyo sempat diserang penyakit stroke loh, tepatnya pada tahun 2015. Tidak mudah bagi Vabyo untuk melewati penyakit yang satu ini, namun berkat kegigihannya, perlahan ia mampu melaluinya. 

"Prosesnya sangat perlahan, dimulai dari mengubah jenis makanan dan minuman. Kalau dulu hobi ngemil paru goreng, lalu diganti jadi tomat cherry. Kalau biasanya bangun pagi langsung ngopi, kemudian cukup minum air putih hangat. Jadi lebih ngirit, sih," ungkap Vabyo.

Vabyo juga mengatakan kalau ia harus melatih motoriknya. "Tahap berikutnya adalah kembali melatih motorik, baik halus dan kasar, dari sekadar mengepalkan tangan hingga berlatih jalan. Rasanya kembali jadi balita," ujar pria berusia 39 tahun ini.

Saat itu, Vabyo mengalami pembuluh darah pecah di otak kiri, sehingga ingatannya jadi terganggu. "Ternyata 'gangguan ingatan' bukan hoaks belaka! Alhasil sempat lupa kosakata bahasa dan terpaksa belajar bicara dan menulis lagi. Jadi 'kembali menulis' itu upaya pemulihan diri," tutur Vabyo.

Baca Ini Juga Yuk: Dewi Lestari, Soal Media Sosial dan Tren Penulis di Era Kekinian

Gangguan ingatan tersebut juga membuat Vabyo sempat lupa wajahnya sendiri. "Karena sempat lupa bentuk wajah sendiri, jadinya sering kaget pas lihat bayangan sendiri di cermin. Ada momen di mana saya perlu mengingat nama sendiri dan hal-hal yang telah saya lakukan, rasanya itu kayak berakting jadi 'Vabyo'," papar pria lulusan Fakultas Hukum, Universitas Padjajaran ini. 

Nah buat TemanBaik yang mengalami hal yang sama seperti Vabyo, kamu harus selalu semangat ya. Vabyo membagikan tipsnya buat kamu nih TemanBaik. Menurutnya setiap penyintas memiliki penanganan yang berbeda.

"Sering-sering ngobrol sama dokter, ahli gizi, apoteker, para ahli medis yang kompeten menangani stroke. Jangan percaya iklan obat-obatan keajaiban, jangan sembarangan copy-paste terapi atau obat-obatan para penyintas yang proses pemulihannya cepat, karena tiap otak para penyintas punya lokasi stroke dan penanganan berbeda," pesannya.

Vabyo sendiri dikenal cukup produktif melahirkan buku yang laku di pasaran, seperti buku berjudul 'Joker', 'Ada Lelucon di Setiap Duka' dan 'Bintang Bunting'. Serta buku nonfiksi pertamanya yang  menjadi best seller nasional berjudul 'Kedai 1001 Mimpi' 

Pasca pulih dari stroke, Vabyo telah menulis dua buku. Buku tersebut berjudul 'Forgotten Color' pada tahun 2017 dan buku terbarunya berjudul 'Tukar Takdir' yang rilis pada Mei 2019. Buku 'Tukar Takdir' ini diterbitkan perdana oleh Gramedia Pustaka Utama (GPU). 

Foto: dok. Vabyo (foto oleh Ryno Bengawan)

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler