Eric Alam Prabowo, Edukasi Anak Soal Lalu Lintas Lewat Pacantells

Bandung - Kepala Seksi Angkutan Orang Berbasis Jalan Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung Eric Alam Prabowo memiliki kepedulian tinggi terhadap dunia lalu lintas, khususnya dalam urusan kedisiplinan berkendara. Banyaknya angka kecelakaan di jalanan pun membuat hati dan pikirannya tergerak.

Apalagi, ia sudah bertahun-tahun bertugas di saat musim arus mudik dan balik, tepatnya di Jalur Nagreg, Kabupaten Bandung. Sehingga, ia tahu betul bagaimana kedisiplinan warga saat berkendara. Dari mulai pengendara tertib hingga berbagai pelanggaran disiplin sering ia temukan.

Berkaca dari hal itu, Eric menggagas dibuatnya Pacantells di area Kantor Dishub Kabupaten Bandung. Pacantells sendiri merupakan singkatan dari Pangulinan Cacah Menak Taman Edukasi Lalu Lintas Sabilulungan. Yang lebih sederhana, ini adalah taman lalu lintas.

Pacantells hadir sejak akhir 2017, tapi baru diresmikan dan beroperasi sejak awal 2018. Saat itu, Eric masih menjabat sebagai Kepala Seksi Promosi dan Kemitraan Keselamatan Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung. Itu jadi salah satu inovasi yang ditinggalkan Eric sebelum berpindah ke jabatannya saat ini.

Ia berharap Pacantells jadi sebuah lahan investasi. Bukan investasi yang menghasilkan uang, melainkan investasi untuk membentuk karakter warga disiplin berlalu lintas. Sebab, Pacantells jadi sarana edukasi bagi anak-anak.

Beragam pengetahuan seputar lalu lintas diharapkan terpatri dalam benak dan pikiran anak sejak kecil. Ilmu yang diberikan pun diharapkan jadi 'racun' yang berdampak jangka panjang. Sehingga, setelah dewasa kelak, mereka diharapkan jadi pribadi yang disiplin saat berlalu lintas.

"Ini investasi karakter jangka panjang. Besar harapan kami setelah mereka dewasa, hal kecil sampai hal besar terkait disiplin berlalu lintas tertanam sejak kecil," ujar Eric kepada BeritaBaik.id.


Meski manfaatnya baru dirasakan jangka panjang, ia berharap Pacantells benar-benar memberi manfaat. Apalagi, edukasi seputar lalu lintas dibuat menarik agar anak-anak lebih tertarik belajar, mulai dari simulasi, penggunaan video, hingga kegiatan mewarnai.

Pacantells pun cukup menarik untuk dikunjungi. Buktinya, sudah lebih dari 1.800 siswa datang ke sana bersama gurunya untuk mendapatkan edukasi lalu lintas secara gratis.

Bahkan, berkat inovasinya, Pacantells masuk dalam Top 99 Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Tingkat Nasional. Ini jelas sebuah prestasi bergengsi. Ini juga menandakan bahwa Pacantells bukan sekadar taman lalu lintas biasa seperti pada umumnya.

Sebab, jika pada umumnya taman lalu lintas hanya dikunjungi saja. Di Pacantells justru pengunjung diajak berkeliling ke area Kantor Dishub Kabupaten Bandung dan melihat berbagai hal di sana secara langsung. Menikmati fasilitas taman justru hanya bisa dilakukan di akhir kegiatan.

Karena inovasi menarik itu, banyak pihak di Kabupaten Bandung yang akhirnya ingin dibuatkan taman serupa. Alasannya, luas wilayah Kabupaten Bandung tergolong luar biasa. Sehingga, ada banyak sekolah yang jauh untuk menuju Pacantells.

"Banyak dari pihak kecamatan yang minta untuk bisa dibuatkan taman seperti ini," ungkap Eric.

Jika taman serupa hadir di masing-masing wilayah, harapannya edukasi seputar lalu lintas bisa lebih merata menjangkau anak-anak di berbagai titik. Tapi, keterbatasan anggaran membuat hal itu belum bisa diwujudkan. Meski begitu, ke depan bisa saja taman lalu lintas hadir di berbagai titik jika kemampuan anggaran Dishub meningkat.

Setidaknya, selama taman lalu lintas belum bisa dihadirkan di banyak titik, Eric berharap Pacantells benar-benar dimaksimalkan. Sehingga, manfaat bisa dirasakan publik, terutama untuk pemahaman edukasi lalu lintas pada anak-anak.

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler