Astri Dwi Andriani, Mantan Jurnalis yang Ingin Jadi Guru Besar

Bandung - Dulu, ia dikenal sebagai jurnalis cantik yang punya banyak kiprah di dunia pendidikan. Punya cita-cita menjadi profesor muda bidang komunikasi, Astri Dwi Andriani pun semakin fokus menjadi pengajar.

Ya, TemanBaik pasti tak akan mengira kalau di balik parasnya yang cantik dan mungil, Astri memiliki sederet kesibukan. Selain mendedikasikan ilmunya di Universitas Putra Indonesia, Cianjur, kini ia juga tengah menyelesaikan studi S3 Ilmu Komunikasi di Universitas Padjadjaran Bandung.

Lebih takzim lagi, cewek yang satu ini ternyata sudah menikah dan memiliki dua orang puteri loh. Jadi bisa dibayangkan, keseharian Astri kerap dilewati dengan berbagai perannya baik sebagai dosen, mahasiswa sekaligus istri dan Ibu dari buah hatinya.

"Sesuai cita-cita, sebelum umur 40 tahun sudah mengantongi gelar profesor muda di bidang ilmu komunikasi. Beda sama dulu saat masih lajang, sekarang saya harus menjalani semua aktivitas di luar peran istri itu atas ridho suami. Alhamdulillah selama ini beliau sangat mendukung," ujar Astri kepada BeritaBaik.

Ia bercerita, mengejar cita cita sebagai guru besar bukan perkara instan. Ia harus memberikan porsi yang pas dan seimbang untuk semua peran aktivitasnya. Selain mengajar di kampus, ia juga tengah merampungkan disertasi soal komunikasi terapeutik.

Tak kalah penting, ia juga terlibat sebagai tenaga ahli di konsultan kebijakan publik dan aktif di NGO bertitel Next Generation Indonesia yang concern dengan literasi media digital.

"Selama ini suami support aktivitas aku di luar. Karena di mata beliau, kebaikannya jadi bisa ditebar ke lebih banyak orang, terutama soal mengajar. Begitu pun saat memutuskan untuk lanjut studi lagi, suami mendukung sekali," tambahnya.

Ia bercerita, untuk saling mendukung, baik dalam kerjaan ataupun bagi tugas di rumah, ia memang dibantu oleh asisten rumah tangga. Tapi ia dengan sang suami tetap bagi tugas dalam menyelesaikan masalah domestik di rumah seperti menjaga dan mendidik anak dan detail penting lainnya.

"Dalam satu minggu, aku cuma tiga hari pergi ke kampus. Sisanya stand by di rumah. Nah, untuk mengingatkan tugas sehari-hari biasanya aku pakai aplikasi pengingat. Nama aplikasinya kebiasaan, jadi lewat aplikasi itu, aku diingatkan tentang tugas-tugas yang belum diselesaikan," katanya.

Di usianya yang masih terbilang muda, Astri sudah mencicipi berbagai pengalaman unik loh. Siapa sangka, di balik perawakannya yang mungil, dara asal Kabupaten Cianjur ini pernah menduduki posisi pimpinan redaksi di sebuah majalah terbitan Bogor. Namun langkah Astri sebagai jurnalis tak dilanjutkan, lantaran minatnya sebagai dosen dan pengajar lebih kuat merancap.

“Pada dasarnya saya suka pekerjaan yang melibatkan diskusi dengan banyak orang. Saya juga selalu bersemangat saat berbicara di depan audience. Makanya menjadi dosen menjadi pilihan paling tepat,” beber Astri.

Sejurus kemudian, Astri berkisah, dulu di usia 20 tahun ia sudah memberanikan diri untuk menjalani profesi sebagai reporter. Meski titelnya masih junior, ia bahkan tetap percaya diri melakoni peran sebagai pencari berita di sebuah koran lokal di Cianjur. Selama 2,5 tahun lamanya Astri menikmati onak duri dan sukacitanya sebagai jurnalis pofresional. Dan selama itu pula ia memetik beragam pengalaman menarik seputar dunia jurnalistik.

"Ketertarikan pada dunia ilmu komunikasi sudah dimulai sejak kelas 2 SMA. Saya  ikutan ekstrakulikuler jurnalistik dan aktif jadi reporter buletin sekolah. Minat itu dilanjutkan pada saat kuliah jurnalistik, dan aktif jadi reporter majalah kampus Unpi, namanya Wahana kampus. Dari situ deh mulai nyoba dunia profesional di koran Cianjur Ekspres," kata Astri.

Selama kurun waktu empat tahun itu pula, mahasiswa terbaik UNPI Cianjur 2012 ini nyambi mengajar di sejumlah sekolah. Ia pernah menjadi guru SMK Broadcast Cianjur, SMK Hass Ashabulyamin Cianjur, bahkan menjadi penyiar radio di Broadcast Radio, dan Pasundan FM) serta presenter di TV Cianjur.

"Belajar di bidang ilmu komunikasi cukup seru dan menyenangkan karena saya suka banget sosialisasi dan bertemu dengan hal - hal yang baru. Pas kuliah aktif juga ikutan beberapa organisasi mahasiswa. Pernah jadi ketua senat Fikom Unpi Cianjur, dan Mentri dalam negeri BEM Unpi Cianjur," rinci cewek 28 tahun ini.

Foto: Dok. astri
Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler