Kisah Acep Yunus Keliling Berbagai Daerah di Indonesia

Bandung - TemanBaik, pernah membayangkan enggak ada sosok disabilitas yang berkeliling ke berbagai daerah di Indonesia? Hal ini dilakukan Acep Yunus, seorang disabilitas daksa asal Tasikmalaya. Mau tahu ceritanya? Simak ulasannya yuk!

Ia memulai perjalanannya dengan mengunjungi berbagai daerah di Pulau Sumatera pada 2013. Ia mengaku tertarik ingin menjelajahi Indonesia sekaligus sebagai pembuktian bahwa disabilitas juga bisa melakukannya, sama seperti orang lain.

"Kenapa saya bisa keliling Indonesia? Karena saya sendiri ingin banget mengenal Indonesia lebih dekat. Saya bukan ingin dipuji atau bagaimana atau sekadar liburan. Tapi ingin membuktikan difabel juga bisa keliling Indonesia," kata Acep.

Acep sendiri terlahir dengan kondisi fisik tak memiliki kaki. Tapi, tak memiliki kaki bukan berarti tak punya semangat hebat. Keterbatasan bukan hambatan baginya dalam melakukan sesuatu.

"Jangan sekali-kali meremehkan difabel. Karena setiap orang pasti kekurangan dan kelebihan. Kaum difabel juga mampu melakukan sesuatu seperti orang lain," ungkapnya.

Baca Ini Juga Yuk: Kisah Pak Dadang, 16 Tahun Jadi Mr. Postman

Foto: Oris Riswan Budiana/beritabaik.id

Bekal Seadanya
Acep mengatakan, ia hanya membawa perbekalan seadanya saat melakukan perjalanan keliling berbagai daerah. Bahkan, ia melakukannya dengan kendaraan umum. Lalu, dari mana ia bisa makan, melanjutkan perjalanan, serta memenuhi berbagai kebutuhannya selama perjalanan?

Ia mengaku tak pernah meminta uang kepada siapapun, apalagi mengemis. Tapi, bantuan dan simpati selalu berdatangan padanya. Ia seolah ditakdirkan untuk bisa melakukan perjalanan meski tak punya bekal yang banyak.

Banyak menurutnya yang tertarik mendengar tujuannya keliling Indonesia. Sehingga, di sepanjang perjalanan ia selalu mendapatkan donatur untuk memenuhi semua kebutuhannya. Ia bahkan mengatakan tak pernah kelaparan karena tak punya bekal.

Selain itu, ia juga pernah berjualan pulsa dalam perjalanannya. Hal itu cukup untuk menambah biaya perjalanan. Itu pun jadi pengalaman tersendiri baginya.

Acep pun sempat berhenti melakukan perjalanan. Dalam kurun 2013, tepatnya sepulang dari keliling Sumatera, hingga 2018 ia melakukan berbagai pekerjaan, mulai dari berjualan mainan, makanan, pulsa, hingga sempat mengikuti ajang pencarian bakat dengan kemampuannya menari breakdance.

Baca Ini Juga Yuk: Kenalan dengan Acep Yunus, Disabilitas yang Viral Jual Camilan

Pada 2018, ia kembali melanjutkan perjalanan dengan rute Jawa, Bali, dan Lombok. Lalu, pada 2019 ia berkeliling ke Sulawesi. Total, lebih dari 50 kabupaten/kota yang sudah disinggahi.

Salah satu yang menarik dari perjalanan Acep adalah justru ia tidak mencari tempat nyaman untuk beristirahat. Di setiap daerah yang didatangi, ia justru sering menemui banyak anak jalanan. Ia ingin tahu apa yang mereka rasakan dan bagaimana kehidupannya.

Selain itu, Acep juga mengunjungi berbagai tempat wisata. Sehingga, ia bisa mengabarkan melalui media sosialnya soal tempat-tempat menarik untuk dikunjungi.

Di luar itu, ada misi besar yang dibawa Acep dalam perjalanan. Ia ingin menebar spirit sekaligus inspirasi bagi orang-orang. Ia berharap orang-orang yang ditemuinya memiliki semangat tinggi dalam kehidupan dengan berkaca pada dirinya.

"Saya ingin kasih semangat ke orang-orang, khususnya anak muda. Yang kedua, jangan lagi menganggap difabel enggak bisa apa-apa, jangan lagi diremehkan," tutur Acep.

Ia pun berharap bisa berkeliling ke berbagai daerah lain di Indonesia, khususnya ke wilayah timur. Tapi, ia masih mencari waktu yang pas untuk kembali jadi traveller.

Sebab, kini Acep sedang fokus menekuni usaha berjualanan aneka camilan. Sesekali ia berjualan di Bandung, selebihnya, ia berjualan di Tasikmalaya, Ciamis, Banjar, bahkan Pangandaran dengan mengandalkan sepeda motornya.

Foto: dok. www.instagram.com/acepyunus95_real
Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler