Menjadi Konten Kreator Berkualitas Ala Rizky Boncell

Malang - Generasi muda di wilayah Malang bisa jadi tak asing dengan nama Muhammad Rizky alias Rizky Boncell. Selebgram, influencer dan pembuat konten satu ini memang selalu menarik perhatian warganet dengan konten-konten kocaknya di media sosial.

Boncell juga kerap tampil di sinetron komedi dan program Redaksiana di salah satu stasiun TV swasta. Ia juga sempat membintangi beberapa FTV dan kuis. Rambut lurus berponi dengan suara dan celotehan yang khas, menjadikannya mudah dikenali.

Sejak SMA, Boncell menyukai public speaking melalui berbagai kegiatan sebagai MC. Penampilannya yang kocak membuatnya mulai percaya diri tampil di depan kamera.

Ia mencoba membuat cerita sendiri untuk konten-konten yang diunggah di channel YouTube. Beberapa webseries yang sudah tayang antara lain 'Yakin Nikah' (JBL Indonesia), 'Filosofi Kopi' (Visinema), 'Cikur' (Bank Indonesia) dan 'Berpayung Rindu' (Unda Undi).

Boncell juga membintangi beberapa film pendek di antaranya '9 Sisi Gusdur', 'Generasi Micin' dan 'Kartolo Numpak Terang Bulan'.

Pemuda yang merupakan alumni Program Studi (Prodi) Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) tersebut belum lama ini membagikan tips suksesnya sebagai seorang entertainer. Salah satunya yakni harus konsisten.

"Harus selalu punya ide, harus konsisten produktif, cari yang unik dan positif. Jangan ogah-ogahan," kata pemuda yang akrab disapa Boncell tersebut.



Baca Ini Juga Yuk: Mengenal Kintan Mary, Pembalap Perempuan Asal Bandung

Sebagai anak muda yang aktif menghibur warganet dengan konten kreatif, Boncell menyesalkan banyaknya kreator konten yang 'nakal' demi menarik perhatian masyarakat. 

"Banyak oknum YouTuber yang membuat konten 'sampah', prank yang merugikan orang adalah contoh konten yang tidak mengedepankan nilai manfaat dari konten," tutur Boncell.

Untuk itu, agar tidak terjerumus dalam konten 'sampah' dan tetap bisa membuat konten positif yang berkualitas, Boncell menyarankan kepada para pembuat konten pemula untuk memulainya dengan menentukan branding diri terlebih dulu.

Selain personal branding, menurut Boncell, perlu juga menentukan segmentasi yang tepat. Dalam hal ini, kemampuan melakukan riset juga sangat diperlukan oleh para pembuat konten. Tentunya agar ide kreatif selalu bisa ditemukan.

"Selanjutnya adalah kolaborasikan ide-ide tersebut untuk dieksekusi dalam bentuk grafis, visual atau apapun," lanjut Boncell.

Meski demikian, Boncell sendiri juga pernah menghadapi pengalaman kontroversial yang sempat membuatnya stres. Di awal karirnya ketika masih menjadi mahasiswa, Boncell pernah menulis buku humor dengan judul "Susilo Boncell Yudhoyono".

Tak ayal judul itu menuai protes banyak pihak karena diasosiasikan dengan nama presiden yang sedang berkuasa waktu itu yakni Susilo Bambang Yudoyono.

Menghadapi kontroversi yang beredar, Boncell kemudian mengubah judul menjadi lebih menarik yakni "Susilo Boncell Jombloyono". Kejadian tersebut ternyata justru membuat nama Boncell semakin dikenal masyarakat luas.

Tak hanya itu. Boncell juga pernah diserang oleh warganet melalui akun Instagramnya gara-gara menyebut nama seseorang dengan guyonan ketika menjadi MC.

Alhasil, ia dicerca dengan penyataan-pernyataan negatif terkait predikat ke-MC-annya. Kejadian tersebut sempat viral dan dibahas di sebuah acara televisi.

"Padahal itu hanya potongan, tidak utuh," ujar Boncell.

Foto: dok. www.instagram.com/@rizkyboncell

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler