Cerita Diva Oktavina, Dapat Banyak Ilmu dengan Menjadi Kapster

Bandung - TemanBaik, tempat pangkas rambut atau barber shop bukanlah hal asing, apalagi bagi kaum pria. Tapi, pernah enggak kamu terbayang menjalani profesi sebagai pemangkas rambut alias kapster?

Nah, kali ini Beritabaik.id ngobrol-ngobrol bersama Diva Oktavina. Diva adalah kapster rambut di Rock n Roll Haircutting. Ia menceritakan keseruan dan hal positif yang didapatnya selama menjalankan profesi sebagai kapster.

"Awalnya saya pelanggan di Rock n Roll. Karena ngerasa di sini kalau potong cocok terus, kepikiran deh pengen belajar cara motong rambut yang bener," ujarnya di Bandung, Jum’at (3/7/2020).

Meski baru 3 tahun menggeluti dunia fesyen sebagai kapster, namun Diva mengaku senang menjalani profesi ini. Menurutnya, menjadi kapster secara tidak langsung memperkenalkannya dengan banyak orang. Dari pekerjaannya itu, ia jadi punya banyak teman dan tentunya ia bisa memenuhi beberapa kebutuhan dari penghasilannya selama bekerja.

Bekerja Sambil Kuliah
Saat pertama kali bekerja sebagai kapster di Rock n Roll pada tahun 2017, Diva tercatat aktif sebagai mahasiswa semester lima di Universitas Pasundan. Dua kewajiban yang dijalankan secara bersamaan itu membuatnya harus pandai-pandai membagi waktu. Untungnya, ia mengaku jam kerjanya sebagai kapster menyesuaikan dengan jam kuliah.

"Jadi kalau ada kelas pagi, saya masuk kerja sore. Atau kalau ada kelas sore, pagi-nya kerja dulu. Atau bisa juga pagi masuk, terus ambil kelas siang, nyambung lagi kerja sore sampai malam. Jadi yang penting sih memenuhi aturan jam kerja 6 sampai 7 jam per hari," ujar lulusan Universitas Pasundan Program Studi Hubungan Internasional itu.|

Pekerjaan yang ditekuni sembari menjalankan kuliah itu membuatnya jadi punya penghasilan yang kemudian diakuinya dapat meringankan beban orang tua. Saat ini, Diva telah menyelesaikan studinya dan fokus menjalani profesi di bidang fesyen.

Baca Ini Juga Yuk: Ini 5 Rekomendasi Gaya Rambut Agar Kamu Tampil Beda



Belajar Bersosialisasi
Bekerja sebagai kapster mau tak mau membuat Diva berhadapan dengan banyak orang setiap harinya. Ia menyebut hal ini adalah bagian yang paling menyenangkan dari pekerjaannya. Dengan banyak melakukan sosialisasi, ia mengaku jadi mendapat banyak teman. Bahkan, ada beberapa pengunjung yang sudah menjadi langganan karena nyaman dan cocok dengan hasil potongan rambut Diva.

Ia menceritakan, dalam sehari ia bisa memangkas rambut hingga 25 konsumen. Jumlah tersebut didapatkannya saat memasuki waktu akhir pekan. Namun, jika Rock n Roll Haircutting sedang sepi pengunjung, ia hanya memangkas rambut 7 hingga 8 konsumen saja.

"Unik-unik sih karakter pengunjung itu. Ada yang nurut, ada yang keras kepala. Udah tau gaya rambut A misalnya, enggak cocok, tapi maksain. Ya, saya sih ngikutin aja. Biasanya mereka suka pada nyesel pas udah selesai dicukur," katanya sembari tertawa.

Proses bertemu dengan banyak orang itu dianggapnya sebagai pembelajaran. Menurutnya, dengan bekerja sebagai kapster, secara tidak langsung ia mengaku belajar cara berkomunikasi yang baik dan benar dengan orang lain.

Menyenangkan
Hal yang paling menyenangkan secara personal baginya adalah saat konsumennya puas akan hasil potongan rambut Diva. Menurutnya, hal tersebut menjadi indikator peningkatan kemampuannya saat belajar mengenai tata rambut. Lebih lanjut lagi, hal yang tak pernah ia duga dan cukup membuatnya terkejut adalah saat ia memangkas rambut Emmiril Khan Mumtadz, yang merupakan putra Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.

"Saya enggak nyangka sih tepatnya. Waktu itu lagi kerja pagi kan kayak biasa. Eh, enggak lama kemudian tiba-tiba suasana di depan tuh jadi rame. Saya pikir ada apa. Enggak taunya anak Gubernur mau potong rambut. Ya, kebetulan saya yang lagi masuk kerja kan saat itu, jadi saya yang motong rambutnya deh," kenangnya sambil tertawa.

Selain itu, hal menyenangkan lainnya adalah karena pekerjaan yang digelutinya tergolong santai. Buktinya, ia tetap berhasil menyelesaikan studinya sembari bekerja sebagai kapster.

"Kalau bicara penghasilan sih, saya mikirnya ya lumayanlah untuk nambah uang jajan," ujarnya.

Tekuni Dunia Fesyen
Meski lulus sebagai Sarjana Hubungan Internasional, namun Diva mengaku lebih tertarik menekuni dunia fesyen. Pekerjaan yang dijalaninya saat ini dianggap sebagai gerbang masuk untuk dirinya mempelajari banyak hal tentang dunia fesyen, khususnya soal tata rambut. Ia tak menampik bila suatu hari bakal menjalankan profesi yang linear dengan bidang studi yang dipelajarinya di kampus, namun untuk saat ini ia merasa perlu mengembangkan diri dan banyak belajar untuk menjalin komunikasi dengan orang.


"Menyenangkan sekali pekerjaan ini. Saya jadi bisa ngembangin diri untuk bidang di luar pekerjaan juga. Untuk saat ini sih mau fokus belajar tata rambut dulu," pungkasnya.

TemanBaik, adakah dari kamu yang juga berminat menjadi kapster sebagai Diva? Nah, terlepas dari apapun pekerjaanmu, yang paling penting adalah bagaimana menikmati dan mengambil sisi positif dari pekerjaan yang kamu jalani tersebut. Tetap semangat ya!

Foto: Rayhadi Shadiq/beritabaik.id

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler