Fitriani Rahma, Berbisnis dan Ajakan untuk Hidup Sehat

Bandung - TemanBaik, membangun bisnis dari nol hingga menuai kesuksesan tentu bukan hal mudah. Ada banyak lika-liku yang dijalani. Konsistensi dan semangat pantang menyerah pun jadi bumbu penting dalam setiap perjalanannya.

Hal itu dialami pemilik Serasa Salad Bar Fitriani Rahma. Ia membangun bisnis kuliner dengan fokus pada aneka produk nabati atau sayuran, mulai dari salad, dressing, hingga smoothie. Tentu semua yang disajikan adalah makanan menyehatkan.

Serasa Salad Bar hadiri di Kota Bandung yang berlokasi di Jalan Cilaki. Tak hanya itu, Serasa Salad Bar sudah membuka cabang di Jakarta sejak 2018 dan di Bekasi sejak 2019. Ini menandakan sayap bisnis Fitri semakin melebar.

Namun, di balik kesuksesan saat ini, ada sisi menarik lain yang menarik untuk dibahas. Bagaimana Fitri memulai bisnisnya?

Semua berawal pada 2015. Saat itu, Fitri dan sang adik, Eva, terpikir untuk berbinis. Namun, dari bisnis itu, merek tak sekadar ingin mencari keuntungan semata. Di luar itu, mereka ingin agar bisnisnya itu memberi manfaat bagi orang lain, terutama konsumennya, yaitu kampanye #KebiasaanBaik mengajak hidup sehat dengan makan sayuran atau #MakanNabati.

"Waktu itu ingin bikin suatu bisnis yang enggak cuma nguntungin, tapi ada benefit-nya. Kebetulan kita berdua suka salad dan sering bikin di rumah," ujar Fitri kepada BeritaBaik.id.

Baca Ini Juga Yuk: Kreativitas Manshur Praditya, Gabungkan Angklung dan EDM

Saat itu, keduanya kemudian berjualan salad secara online atau daring. Pengantaran pesanan kepada konsumen pun dilakukan oleh kurir sendiri. Sebab, saat itu belum ada aplikasi ojek daring seperti sekarang.

Singkat cerita, usaha itu pun semakin berkembang. Hingga akhirnya Serasa Salad Bar hadir di Bandung sejak 2016 dan bisa membuka dua cabang di kota lain.

Modal Rp2 Juta
Jika mengukur kesuksesan bisnis Fitri dan sang adik saat ini, tentu hanya akan terlihat sisi manisnya. Namun, jika dirunut ke belakang, perjalanan berliku harus dilalui. Apalagi, modal bisnis yang dimiliki tak besar.

"Kita cuma modal Rp2 juta saat itu. Kita beneran di dapur ngerjain sendiri, ke pasar tengah malam belanja, bawa gembolan sayur, dan kita dibantu satu kurir yang sampai sekarang masih ikut bareng kita," ungkap Fitri.

Dengan modal yang ada, berbagai langkah dilakukan. Semua dilakukan dengan serius. Mulai dari membuat foto yang cantik dan menggugah selera, mengatur keuangan secermat mungkin, promosi tak kenal lelah, hingga membangun jaringan bisnis.

Tapi, sewajarnya dalam dunia bisnis, ada jatuh-bangun yang dihadapi. Selama merintis bisnis, keuntungan tak melulu menghampiri. Bahkan, hasil manis jadi sesuatu yang sulit didapat.

Namun, konsistensi membangun bisnis menjadi senjata ampuh. Apalagi, Fitri dan sang adik punya semangat besar yang jadi tambahan energi. Berbagai kekurangan dan kesalahan selama merintis bisnis pun menjadi pelajaran berarti.

"Kita benar-benar belajar banyak aspek, kita belajar sendiri, try and error sendiri. Tapi, kita punya keyakinan Serasa harus maju, harus jalan. Sehingga, semua celah kita cari tahu, kreativitas produk harus seperti apa, belajar marketing seperti apa, kita pelajari konsumen seperti apa karakternya, dan kita evaluasi next kita mau ngapain," jelas Fitri.

Ia pun memiliki pemikiran bahwa hasil manis tak bisa diraih dengan instan. Karena itulah setiap kegagalan atau rintangan yang dihadapi dianggap sebagai jalan menuju kesuksesan. Di saat ada pengusaha yang menyerah setelah gagal, Fitri dan Eva justru semakin bersemangat.

"Tantangan utama di bisnis itu bagaimana caranya bisnis itu menguntungkan, tapi kita akan menemukan banyak banget momen enggak menguntungkan. Kalau cuma ngejar uang (keuntungan), kita enggak tahu sudah berhenti menjalankan bisnis ini dari kapan," tuturnya.

Namun, diakuinya memang terkadang masa terpuruk membuat semangat seolah digoncang. Meski begitu, semangat bangkit selalu jadi tenaga yang datang sebagai penopang.

"Aku sama Eva itu tipenya kesalahan dan kegagalan dijadikan bahan evaluasi meski kadang bikin down. Pada akhirnya, bagaimana caranya agar cobaan-cobaan yang datang itu dijadikan bahan evaluasi. Ketika ada satu cobaan, kita cari seribu cara lain buat menghadapinya," jelas Fitri.

Kepuasan Sederhana
Sebagai pebisnis, sisi keuntungan memang tak bisa dipungkiri memberi kepuasan tersendiri. Sebab, keuntungan yang didapat bisa dipakai untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan membeli apa yang diinginkan.

Namun, ada kepuasan lain yang dirasa jauh lebih besar. Bagi Fitri, termasuk sang adik, sisi kepuasan itu adalah ketika bisa membuat banyak orang jadi gemar makan sayuran. Produk yang disajikan Serasa pun seolah jadi 'pemancing' agar orang-orang sadar akan pentingnya makan makanan sehat. Sehingga, dalam kesehariannya konsumen menjadi pribadi yang gemar makan sayur.

Hal ini memberi rasa kepuasan besar. Bahkan, jika diukur materi, tak ternilai harganya. Sebab, Fitri kerap menerima berbagai cerita dari konsumennya. Ia merasa sajian menu yang dihadirkan bisa jadi 'pintu' agar orang lain bisa gemar makan sayur.

Sebab, aneka produk yang dihadirkan dibuat semenarik mungkin. Selain itu, rasa juga jadi hal yang tak kalah penting. Sehingga, berbagai inovasi terus dilakukan agar konsumen dimanjakan dengan sajian sehat, enak, dan tentunya menarik. Dengan begitu, konsumen akan terbuka pikiran dan lidahnya bahwa sayuran itu makanan yang enak dan bisa disajikan dengan berbagai cara.

"Aku sih ngerasa (bisnis) ini ngasih manfaat buat orang lain, sesimpel itu. Dari hal-hal kecil yang kita lakukan, itu bisa jadi momen pembuka buat orang lain menyukai makan sayur. Karena tujuan utama kita itu bagaimana caranya agar orang mau menikmati sayuran," kata Fitri.

Sebab, dengan gemar #MakanNabati, tentu tubuh akan menjadi lebih sehat. Apalagi jika dibiasakan sejak kecil, kegemaran makan sayuran ini bisa jadi #KebiasaanBaik yang tentu bermanfaat untuk diri sendiri.

Selain itu, ada kepuasan lain yang nilainya jauh lebih besar, yaitu ketika anak kecil yang tak suka sayuran menjadi suka makan sayuran. Hal ini seolah jadi kemenangan besar karena berhasil 'meracuni' anak kecil melalui produknya.

"Kadang ada yang cerita dari orang tua, anaknya katanya jadi suka makan sayur sekarang. Hal-hal gitu senang banget buat aku," ucap Fitri.

Foto: dok. Istimewa/Fitria Rahman

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler