Albert Rudiana, Berkelana hingga #AksiBaik Lewat Sepak Bola

Bandung - Sepak bola seolah sudah mendarah daging dalam diri Albert Rudiana. Sempat menjadi pesepak bola profesional, setalah pensiun menatap kariernya menjadi pelatih hingga mendirikan sekolah sepak bola (SSB) gratis bagi anak yatim dan kalangan kurang mampu.

Ia menempuh karier profesional yang cukup panjang. Berbagi klub di Indonesia pernah ia bela dalam kurun 1990-an hingga tahun 2000-an. Ia pernah bermain untuk PSB Bogor, Persikab Kabupaten Bandung, Persika Karawang, Persibom Bolaang Mongondow, Mitra Kukar.

Pria asal Lembang, Kabupaten Bandung Barat itu pun sempat mengikuti trial di Persib pada 2004. Namun, ada kendala yang akhirnya membuat ia urung jadi pemain Persib. Ia juga pernah dikontrak Persebaya Surabaya pada 2008. Di sana, ia juga menemui kendala hingga akhirnya memilih hengkang ke tim lain. Tak hanya tim di Indonesia, Albert juga pernah bermain di klub Malaysia, yaitu Malaka FC.

Sepanjang kariernya, ia mengaku memang tak sementereng pesepak bola lain seperti Bambang Pamungkas, Bejo Sugiantoro, Kurniawan Dwi Yulianto, hingga Hendro Kartiko. Namun, totalitas ketika bergabung di satu klub menjadi prioritas utamanya. Ia selalu mencurahkan seluruh kemampuan terbaik saat latihan maupun bertanding.

"Motivasi saya, enggak perlu jadi orang yang sangat hebat, cukup dikenal banyak orang saja," ujar Albert kepada BeritaBaik.id.

Ia merasa sepak bola memang jalan hidupnya. Sehingga, ia begitu menikmati pekerjaan sebagai pesepak bola profesional. Apalagi, menjadi pesepak bola membuatnya punya banyak teman. Berbagai daerah di Indonesia pun sudah banyak yang dikunjunginya. Jelas ini jadi pengalaman berharga yang belum tentu bisa didapatkan semua orang.



Baca Ini Juga Yuk: Lody Lontoh, Master Aerobik yang Berjuang Sejak Usia 7 Tahun

Merintis Karier Sebagai Pelatih
Selepas pensiun sebagai pemain, Albert melanjutkan kariernya di dunia sepak bola dengan menjadi pelatih. Ia tercatat pernah menjadi tim pelatih Persis Solo dan Persiba Bantul.

Bahkan, Persiba mampu diantarnya hingga promosi ke kasta tertinggi kompetisi sepak bola nasional. Ia juga pernah tergabung di Bandung FC yang merupakan klub Liga Premier pada 2010 lalu.

Albert pun pernah mencicipi peran menjadi pelatih Timnas Indonesia yang berlaga di ajang Homeless World Cup (HWC) 2019. Di turnamen yang digelar di Cardiff, Wales ini Timnas Indonesia berhasil menembus peringkat ke-20 dari 43 peserta berbagai negara.

Melatih Timnas di ajang HWC jadi pengalaman baru baginya. Sebab, ia melatih atlet, melainkan orang dengan berbagai latar belakang yang termarjinalkan. Bahkan, di antara mereka banyak yang tak punya kemampuan sepak bola mumpuni.

Namun, ia bisa menjalankan kepercayaan menjadi pelatih. Meski butuh perjuangan ekstra untuk melatih mereka, semuanya dilalui dengan kegembiraan.

"Kalau melatih tim buat HWC itu kita bawa enjoy aja," ungkap Albert.

#AksiBak Melalui SSB
Albert sendiri punya kesibukan tambahan sejak sekitar 10 bulan terakhir. Ia mendirikan SSB Tunas Harapan. Keunikan dari SSB ini adalah siswanya merupakan anak yatim dan dari kalangan ekonomi menengah ke bawah.

Tak ada bayaran yang diterima dari para siswa. Mereka justru diberikan ilmu sepak bola dengan gratis. Hanya bermodal kemauan, mereka tinggal datang dan mengikuti program latihan. Dibantu rekan-rekannya, SSB ini bisa berjalan sampai sekarang dan punya siswa sekitar 170 orang.

Ia sendiri selalu berusaha menyisihkan pendapatannya, baik dari sepak bola maupun usaha lainnya, agar kegiatan SSB berjalan lancar. Sebab, tak ada pemasukan yang didapatkan dari SSB tersebut.

Lewat anak-anak itulah ia berusaha menjadi pribadi yang bermanfaat. Karena merasa punya kemampuan di bidang sepak bola, ia menjadikan sepak bola sebagai tempatnya melakukan #AksiBaik.

"Alhamdulillah keluarga menyambut positif untuk hal ini. Saya bukan cari mau cari muka, saya bukan orang kaya, tapi rezeki yang saya dapat selalu saya sisihkan untuk kegiatan SSB," ungkap Albert.

Sejak awal sampai sekarang, Albert tak pernah sekalipun meminta bantuan pada orang lain agar SSB-nya berjalan. Namun, jika ada yang memberi sumbangan, ia akan menerimanya. Hanya saja ia anti menerima bantuan dalam bentuk uang.

Baginya, ada sisi kepuasan yang didapat dengan kegiatannya itu. Sebagai seorang manusia, ia memandang harusnya bermanfaat untuk orang lain di sekitarnya.

"Sisi kepuasan saya minimal bisa berguna buat orang lain. Urusan jadi pahala atau bukan, itu urusan Allah SWT," tutur Albert.

Lewat SSB itu, ia juga menyimpan harapan besar. Ia berharap suatu saat di antara siswanya itu ada yang bisa menembus karier menjadi pesepak bola profesional. Sehingga, kehidupan mereka juga diharapkan berubah lebih baik.

Foto: dok. Istimewa
Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler