Ngobrol Sama Bastian Yustiana, Juru Selamat Andai Kamu Terkunci

Bandung - TemanBaik, pernah punya momen terkunci di dalam ruangan atau susah masuk ke dalam ruangan karena kuncinya hilang? Nah, kita kerap lupa sama profesi yang satu ini saat keadaan kita baik-baik saja.

Ya, ahli reparasi kunci. Walau terdengar lebih kasar, namun tukang servis kunci adalah nama profesi yang lebih mudah dikenal. Bastian Yustiana (29) pun mengakuinya. Sudah 16 tahun ia menjalani profesi sebagai ahli servis kunci ini.

Sebelum akhirnya punya jongko sendiri pada tahun 2008, ia sempat ikut bekerja dengan saudaranya. Di sana ia belajar cara mereparasi kunci. Walau terdengar sepele, rupanya profesi ini enggak ada sekolah atau pendidikan akademisnya. Setelah merasa cukup bisa, Yus memutuskan untuk membuka jasa reparasi kunci ini.

"Iya sih, tukang kunci aja disebutnya mah. Tapi jangan diliat tukangnya. Soalnya profesi ini enggak ada sekolahnya," ujar Yus, sapaan akrabnya di sela-sela mengerjakan pesanan.


Kini ia menjalankan usaha dengan jongko kecilnya di Jalan Purwakarta, Antapani, Bandung. Patokan paling mudah untuk menemukan jongko milik Yus adalah Griya Antapani, karena posisi jongkonya terletak persis di sebrangnya.

Jasa reparasi kunci yang disediakannya bermacam-macam. Ia bisa mereparasi dan membantu untuk membongkar kunci rumah, mobil, hingga berbagai jenis kunci lainnya. Namun, semua itu dilakukan untuk kepentingan membantu kamu yang berada dalam keadaan berbahaya seperti terjebak di dalam ruangan atau kehilangan kunci rumah.

Baca Ini Juga Yuk: Achmad 'Dzoel' Zulkarnain, Patahkan Stigma Lewat Fotografi

Lima belas tahun menjadi ahli reparasi kunci bukanlah waktu yang singkat. Berbagai cerita dilewati dan dialami oleh Yus selama nyaris dua windu menjalani profesi ini. Ia pernah menyelamatkan seorang bayi yang terjebak di dalam mobil. Ia mengenang kejadian itu sebagai momen terdramatis sepanjang 'kiprahnya'.

Yus tak ubahnya seperti tokoh dalam film 'Si Jago Merah': datang ke lokasi sesuai panggilan, kemudian menyelamatkan seseorang dengan berbagai kasus mulai dari terkunci berjam-jam di kamar mandi sampai enggak bisa masuk ke rumah karena kunci rumahnya hilang. Ia siap siaga 24 jam dan bisa dihubungi via WhatsApp.

Pernah juga ia membantu seorang remaja yang kesulitan masuk ke rumah karena kunci rumahnya hilang. Ternyata, saat selesai membantu, remaja tersebut enggak punya uang.

"Itu jauh di Gegerkalong loh. Tapi ya mau gimana lagi, kasian dia enggak bisa pulang. Kalau kasus gini mah saya pasti bantuin," katanya.


Ia sering mendapat panggilan bahkan hingga dinihari untuk membantu mereparasi kunci. Apabila kasusnya cukup fatal dan enggak bisa ditunda, sejauh apapun jaraknya ia akan menempuhnya. Perkakas reparasi kunci selalu tersedia dalam tas besar miliknya.

"Uniknya itu, kalau di kita mah setelah kejebak berjam-jam (kasus terjebak di dalam ruangan), baru manggil tukang kunci. Padahal sebetulnya mereka hanya perlu tenang aja sih (untuk membuka kunci)," terangnya.

Satu kali jasa servis kunci panggilan dibanderol dengan tarif maksimum Rp150 ribu. Tarif itu sudah termasuk ongkos dan pembuatan ulang kunci jika kasusnya kunci rumah yang hilang. Selain servis kunci, Yus juga melayani jasa duplikat dengan harga mulai Rp15 ribu.

Spesifik terkait kunci rumah, Yus juga menyebut ada dua cara yang dilakukan saat ia menduplikasi kunci rumah. Dua cara itu yakni dengan menggunakan alat, atau manual.


Hal penting yang dilakukan Yus adalah meniru pola kuncian dan ketebalan kunci rumah. Ia menyebut ini sebagai ‘rahasia perusahaan’, sehingga, enggak mungkin ia membocorkan ini ke publik. Namun, hal yang menarik dari kunci ini, ternyata meski polanya mirip-mirip, enggak ada kunci yang sama. Kasus kunci yang sama itu kalau pun terjadi, pasti sangat langka. Yus menyebut dari 1000 jenis kunci, kemungkinan ada yang sama itu hanya dua.

Lebih spesifik lagi nih, TemanBaik: kunci identik dengan keamanan suatu tempat atau apapun: kunci rumah, kunci mobil, kunci brankas. Nah, kami sempat bertanya pada Yus tentang kiat-kiat agar kunci rumah kita agar tidak mudah kebobolan.

Yus menjawab, risiko kunci apapun dibobol itu ada, bagaimanapun jenis kuncinya. Ia kemudian menjelaskan rangkaian sistem di balik rangka kunci yang mungkin bakal diotak-atiknya apabila ia menemui kasus yang mengharuskannya ‘menjebol’ kunci untuk menyelamatkan sesuatu di dalamnya.

Dari penjelasan Yus, dapat disimpulkan solusi buat keamanan rumah, brankas, mobil, atau apapun itu yang terkait dengan kunci adalah dengan membeli kunci dengan sistem anatomi yang rumit. Dengan begitu, perlu waktu lama untuk menghancurkan kunci ini. Kalau dikaitkan, waktu yang lama ini bisa menghambat aksi orang jahat, karena pasti si penjahat kelewat malas harus berjam-jam membongkar kunci sebelum menjalankan aksi. Betul tidak?

"Risiko dibobol mah ada tiap kunci juga. Tapi kalau sistem kuncinya rumit, yang bahkan dibobol pakai linggis juga susah, itu kayaknya cukup membantu lah. Karena kan pembobolnya juga butuh waktu lama buat ngerusak kuncinya," terangnya.


Hidup dari Reparasi
Dari profesi yang dijalaninya, pria asal Bandung ini mengaku sangat bersyukur karena bisa menyelesaikan kuliah hingga menikah. Yus merupakan lulusan jurusan Humas di salah satu kampus di Bandung. Ia juga mengumpulkan uang untuk menikah dari pekerjaannya sehari-hari.

Meski enggak menentu, penghasilan harian Yus enggak bisa dibilang besar, namun enggak juga bisa dibilang kecil. Sebab, dalam sehari setidaknya ia meladeni lima hingga tujuh kali panggilan. Bahkan, saat kami hendak mewawancarainya pun, ia baru selesai membantu membongkar kunci mobil yang rusak di Arcamanik.

Dari tarif duplikat yang berawal dari harga Rp15 ribu dan jasa panggilan dengan harga maksimal Rp150 ribu, ia bisa menyambung hidup. Lebih lanjut lagi, Yus berharap bisa punya toko sendiri, enggak lagi membuka jasa dengan jongko.

"Saya ingin lebih maju lagi. Sebab saya seneng lah, profesi ini bikin saya nolong orang banyak. Jangan liat dari harganya lah, tapi dari tolong menolongnya," kata Yus.

Promosi yang digunakannya antara lain dengan menaruh kontaknya di Google. Kebetulan, di pencarian Google pun, nama Yus termasuk di deretan paling atas untuk kategori reparasi kunci di Bandung. Hal ini enggak bisa dilepaskan dari kegigihannya meladeni panggilan demi panggilan selama 24 jam.

TemanBaik, walau enggak diharapkan, namun momen kehilangan kunci atau lebih parah lagi; terkunci di dalam sebuah ruangan mungkin saja terjadi. Nah, sebagai pengingat, kamu bisa menghubungi Yus. Kamu bisa cari di laman penelusuran Google dengan memasukan kata Yus Kunci.

"Yus Kunci, ya. Benar. Itu saya," pungkasnya sembari tertawa.

Foto: Rayhadi Shadiq/Beritabaik.id

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler