Cerita Femis Aryani Sang Pencerita Sejarah di Bandung

Kegemaran menceritakan sesuatu, terutama yang berkaitan dengan sejarah, akhirnya mengantar Femis Aryani menjadi storyteller atau pencerita di Cerita Bandung. Cerita Bandung ini merupakan penyedia jasa pemandu wisata di Bandung.

Ia jadi pencerita di sana sejak 2019. Salah satu kegiatan Femis adalah memandu sekaligus menceritakan berbagai hal mengenai tempat yang dikunjunginya bersama wisatawan atau peserta tur.

Cerita Bandung sendiri mengusung konsep walking tour. Dengan konsep ini, para peserta diajak untuk berjalan kaki menyusuri berbagai tempat bersejarah di Bandung.



Konsep walking tour ini memang memerlukan stamina kuat, apalagi jika rutenya cukup panjang. Namun, bagi perempuan yang akrab disapa Ci Fei itu, justru tantangannya bertambah. Selain harus kuat berjalan kaki, ia harus bisa menyampaikan cerita dan sejarah tempat yang dikunjungi dengan baik.

Bermodalkan pengeras suara, Ci Fei selalu berusaha menjelaskan cerita dan sejarah di balik tempat yang dikunjungi. Gaya penyampaiannya dibuat sesantai mungkin agar ia bisa lebih akrab dengan peserta walking tour.

Ia juga kerap memperlihatkan foto melalui tablet yang digenggamnya. Foto-foto itu merupakan foto lama yang didapatkan dari berbagai sumber. Sehingga, peserta walking tour bisa melihat perbedaan tempat yang dikunjungi saat ini dibanding kondisinya di masa lalu.

Baca Ini Juga Yuk: Ngobrol Bareng Genta Fajar, Bapak Roundnet Indonesia

Bagi Ci Fei, profesi sebagai story teller itu memberinya rasa puas tersendiri. Apalagi, pekerjaannya lebih banyak dilakukan di luar ruangan. Hal itu berbeda dengan profesi lain yang sempat dijalaninya beberapa tahun lalu.

"Dulu pernah kerja di kantoran. Tapi, feel-nya enggak nemu," ujar Ci Fei.

Ia merasa ada keseruan tersendiri dengan pekerjaannya sebagai pencerita. Apalagi, ia juga senang bisa berbagi ilmu dan pengetahuan seputar cerita dan sejarah suatu tempat di Bandung. Sehingga, semakin banyak orang yang tertarik dan tahu soal Bandung.

Namun, kadang ada pengalaman yang enggak sesuai harapan, misalnya partisipan tur terlihat kurang antusias dengan penjelasannya. Apalagi ketika yang bersangkutan terlihat cuek. Meski begitu, hal tersebut jadi bahan introspeksi baginya agar bisa lebih baik lagi dalam memandu dan bercerita.

"Senang sih bisa ceritain tentang kota sendiri, terus bisa ketemu banyak orang," ucap Ci Fei.

Lewat profesinya, ibu satu anak itu juga mendapat manfaat positif. Ia jadi punya lebih banyak teman hingga pengalaman. Rasa puas pun makin bertambah jika peserta walking tour merasa senang dan ketagihan untuk kembali mengikutinya di lain kesempatan.



Sempat 'Nyasar' ke Sastra Jepang
Ci Fei sendiri ternyata tidak memiliki latar belakang di bidang pariwisata. Ia justru merupakan lulusan sastra jepang di Universitas Maranatha Bandung.

Awalnya, ia mengaku ingin kuliah di bidang pariwisata di kampus lain. Namun, keinginannya itu tak terwujud karena suatu alasan. Hingga akhirnya, ia memilih kuliah jurusan sastra Jepang.

"Saya kebayangnya saat itu pengin kerja ke Jepang (setelah lulus kuliah)," ungkap Ci Fei.

Namun, hasrat pada dunia pariwisata ternyata membuatnya justru berkecimpung di dunia pariwisata setelah lulus. Ia merasa memang berjodoh dengan dunia pariwiwsata.

Ia pun akhirnya menjadi guide atau pemandu wisata. Tak hanya di Bandung, ia juga memandu wisata untuk daerah lain, misalnya Bali dan Yogyakarta. Tamu atau pesertanya pun enggak hanya orang lokal loh, melainkan juga warga negara asing.

Singkat cerita, setelah beberapa tahun menjadi guide, ia pun bergabung dengan Cerita Bandung dan menjadi pencerita di sana. Konsep tur yang berbeda dengan penyedia jasa tur wisata lain membuat ia nyaman di sana.

Sementara soal pengetahuannya soal cerita dan tempat sejarah di Bandung, Ci Fei mengaku mendapatkannya dari berbagai cara. Mulai dari membaca buku, penelusuran di internet, riset ke lapangan.

Kebetulan, sejak remaja ia memang punya ketertarikan tersendiri pada sejarah dan tempat-tempat menarik di Bandung. Sehingga, ketika menjadi guide dan story teller, ia tinggal mendalaminya saja.

Kini, Ci Fei pun terus berkutat dengan profesinya sebagai pencerita. Ia menikmati setiap detik dari pekerjaannya dan berusaha membagi pengetahuan yang dimilikinya pada orang lain.

Foto: Djuli Pamungkas/beritabaik.id
Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler