Anjas Pramono, Difabel yang Buat Aplikasi Difodeaf

Bandung - Anjas Pramono, di tengah keterbatasannya sebagai difabel, ia tak berkecil hati. Malah pemuda asal Desa Besito, Kudus, Jawa Tengah ini berhasil menciptakan sebuah aplikasi yang bernama Dicodeaf.

Aplikasi tersebut merupakan aplikasi yang dapat mengubah bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris menjadi gambar bahasa isyarat yang disegmentasikan kepada anak-anak.

"Alhamdulillah karena aplikasi ini saya bisa mendapat undangan ke salah satu universitas terkenal di Amerika sekaligus ke White House untuk mempresentasikan aplikasinya pada bulan September mendatang," ujar pemuda 22 tahun ini yang dilansir dari laman kemenpora.go.id.

Anjas mengungkapkan kalau Dicodeaf ia buat karena terinspirasi dari pengalaman pribadinya saat mengunjungi tempat-tempat pariwisata. Menurutnya banyak tempat wisata yang belum ramah disabilitas, atau yang disebutnya Locable (Location for Difable).

Baca Ini Juga Yuk: Google Siapkan Jejaring Sosial Baru Bernama Shoelace

"Ketika saya sampai tempat pariwisata itu saya bingung karena tidak ada lift, eskalator dan bidang miring yang saya temukan. Jadinya nganggur enggak ngapa-ngapain, karena ternyata tempatnya enggak ramah disabilitas.  Dari situ lah saya membuat aplikasi ini agar dapat melihat tempat umum mana saja yang sudah ramah disabilitas," ujar Mahasiswa Teknik Informatika, Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya Malang ini.

Anjas berharap ke depannya pemerintah bisa lebih memperhatikan kaum disabilitas baik untuk infrastrukturnya, pendidikan hingga kesempatan untuk bekerja juga dapat disamaratakan.

"Kaum disabilitas itu kebanyakan wirausaha, karena memang terpaksa dan tidak ada lapangan pekerjaan yang sesuai. Meskipun di beberapa Kementerian saat ini menyediakan jalur khusus menjadi PNS untuk kaum minoritas, tapi angkanya masih terlalu sedikit," ungkapnya.

Sementara itu, Menpora Imam Nahrawi mengapresiasi apa yang dilakukan Anjas ini. Sebab secara tidak langsung, Anjas mampu memberikan inspirasi positif untuk mengembangkan beberapa program unggulan di Kemenpora.

"Inpirasi Anjas ini dapat mendorong percepatan di beberapa program Kementerian dan lembaga lainnya. Khususnya untuk memaksimalkan implementasi Undang-undang Disabilitas melalui Kemenpora, karena kita sudah buktikan PNS untuk Disabilitas," tutur Imam Nahrawi.


Foto: kemenpora.go.id

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler