Peneliti LIPI Bikin Aplikasi Identifikasi Kayu Super Cepat

Bandung - TemanBaik tahu enggak ada berapa jenis kayu di Indonesia? Kalau belum tahu, BeritaBaik punya jawabannya nih. Jumlahnya ada lebih dari 4 ribu jenis kayu di Indonesia. Dari jumlah itu, sebagian di antaranya berasal dari pohon yang dilindungi karena terancam punah. Harganya pun sangat mahal jika dijual.

Enggak mudah untuk mengidentifikasi jenis-jenis kayu tersebut. Bahkan, orang terlatih di pusat penelitian milik Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pun butuh waktu dua minggu untuk mengidentifikasi suatu kayu.

Lamanya waktu penelitian untuk mengidentifikasi kayu itu menginspirasi para peneliti di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Lewat proses cukup panjang, diciptakanlah aplikasi yang kemudian diberi nama AIKO alias Alat Identifikasi Kayu Otomatis.

Secara singkat, AIKO adalah aplikasi berbasis Android. Cara penggunaannya, telepon genggam akan dipasang lensa khusus dengan kemampuan zoom atau pembesaran mencapai 60 kali. Setelah dipotret menggunakan aplikasi AIKO, foto akan dikirim ke pusat data dengan jaringan internet.

Cukup satu hingga dua detik saja, informasi seputar kayu itu akan muncul di layar telepon genggam. Bayangkan waktu yang bisa dihemat. Jika dengan cara manual perlu waktu hingga dua minggu untuk identifikasi, lewat AIKO cukup satu hingga dua detik saja.

Informasi yang disampaikan pun cukup lengkap loh TemanBaik. Mulai dari nama kayu secara umum, spesies, suku, status klasifikasi, kelas kekuatan dan tingkat keawetan, hingga kegunaan, semuanya ditampilkan.

Baca Ini Juga Yuk: Bagaimana Cara Menghitung Usia Pohon Tanpa Menebangnya?

Apa sih manfaatnya AIKO ini? Bagi masyarakat umum, mungkin aplikasi ini tidak terlalu dibutuhkan. Tapi, bagi instansi atau lembaga tertentu, aplikasi ini akan sangat bermanfaat jika digunakan.

Di Bea Cukai misalnya, petugas bisa dengan mudah mengidentifikasi kayu yang akan diekspor. Sebab, bisa saja pengekspor bertindak curang demi menghindari pajak lebih besar atau justru mengirimkan kayu yang pohonnya dilindungi.

"Tiap kayu beda harga, sehingga pajaknya akan mempengaruhi. Makanya, biasanya (kayu) dibawa ke Puslitbang KLHK untuk diteliti. Tapi, itu butuh waktu lama. Jadi, untuk identifikasi awal bisa gunakan AIKO," kata peneliti AIKO Pusat Penelitian Informatika LIPI Bambang Sugiarto dalam Media Tour di Kantor LIPI Bandung, Selasa (30/7/2019)

AIKO sendiri dikembangkan sejak tahun 2017. Semula, aplikasi itu hanya bisa diakses di komputer dan laptop. Tapi, sejak 2018 AIKO lebih dikembangkan hingga akhirnya bisa diakses melalui telepon genggam. Hingga akhirnya, AIKO bisa seperti sekarang.

Meski begitu, AIKO belum bisa digunakan publik secara umum. Apalagi, AIKO memang bertujuan diciptakan untuk dipakai instansi atau perusahaan yang membutuhkannya. Penjajakan pun sedang dilakukan tim peneliti dengan berbagai pihak agar AIKO bisa digunakan mereka.

Tapi, ke depan tidak menutup kemungkinan aplikasi itu bisa dipakai semua orang. Hanya saja perlu berbagai pertimbangan dan tentunya pengembangan. Saat ini, AIKO sendiri sudah bisa mengidentifikasi 186 jenis kayu.

"186 jenis kayu ini jenis kayu komersial (biasa diperjualbelikan). Di pasaran kayu-kayu itu sangat penting untuk diidentifikasi, misalnya kayu jati, sengon, dan lain-lain," jelas Bambang.


Foto: Oris Riswan Budiana

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler