Atasi Masalah Listrik, Kemenperin Bikin Penyimpan Daya Portabel

Bandung - Padamnya listrik beberapa waktu lalu membuat banyak masyarakat Indonesia kewalahan. Sebab, hal ini langsung memiliki dampak terhadap lini ekonomi dan sosial. Pada kenyataannya ketersediaan akses listrik memang sudah menjadi kebutuhan pokok.

Melihat kondisi tersebut, Balai Besar Bahan dan Barang Teknik (B4T) yang berada di bawah Balai Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kementerian Perindustrian, menghadirkan solusi yang inovatif yakni dengn menciptakan produk penyimpan energi listrik (powerhouse) yang diberi nama B4TPowerHouse.

"Produk ini mempunyai fungsi untuk menyimpan daya seperti powerbank, namun dengan kapasitas penyimpanan yang jauh lebih besar. Inovasi ini memberikan jawaban atas kebutuhan masyarakat akan energi listrik yang praktis dan siap digunakan kapan saja dan di mana saja, terutama pada kondisi darurat," kata Kepala BPPI Kemenperin, Ngakan Timur Antara lewat keterangan resminya di laman kemenperin.go.id.

B4TPowerHouse ini mempunyai kapasitas 20.000 mAh dan dapat ditingkatkan juga loh kapasitasnya, sesuai dengan pesanan. Untuk cara pengisiannya sendiri dapat dilakukan dari adaptor PLN maupun dari sumber energi baru terbarukan, contohnya Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Nantinya setelah dilakukan pengisian, alat ini dapat menyalakan lampu LED sampai lebih dari 5 hari loh, TemanBaik.

Baca Ini Juga Yuk: Surabaya Pakai Teknologi Ini Supaya Anggaran Listrik Hemat

B4TPowerHouse juga dapat dimanfaatkan untuk perangkat elektronik, seperti lampu, laptop, charging gadget dan lain-lain. "B4TPowerHouse dapat dibawa ke mana-mana karena desainnya seperti tas koper kecil yang praktis dan ringan sekitar 2 kilogram, serta tahan hujan," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala B4T Budi Susanto menjelaskan jika alat tersebut merupakan salah satu upaya B4T dalam mengembangkan teknologi yang berbasis baterai ion lithium. Menurutnya, baterai ion mampu menyimpan energi listrik yang besar pada ukuran dan berat baterai yang lebih ringan dari jenis baterai lainnya.

"Penelitian dan pengembangan ini akan memanfaatkan sumber daya mineral lokal Indonesia yang kaya, dan dibangun oleh para peneliti Indonesia yang tangguh," ujarnya.

Budi berharap dengan kemajuan pengembangan teknologi ini akan memberikan manfaat kepada masyarakat yang membutuhkan ketersediaan listrik yang andal dan ekonomis.

Untuk ke depannya, B4T juga akan mengembangkan beberapa varian produk baterai lainnya dengan kapasitas serta fungsi penggunaan yang berbeda-beda, yang meliputi baterai telepon genggam yang berkapasitas 2.000 mAh, powerbank dengan kapasitas sebesar 7.000 mAh, serta baterai untuk motor listrik.


Foto: kemenperin.go.id


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler