Mudahkan Pasien, Telkom University Bikin Alat Deteksi Jantung

Bandung - Telkom University (Tel-U) bekerja sama dengan PT. Inti menciptakan kreasi inovatif nih TemanBaik, yaitu Arrhythmia Monitoring System. Ini adalah alat perekaman jantung secara mandiri untuk mendeteksi arrtyhmia yang dikembangkan dengan sistem Internet of Things (IoT).

"Produk riset ini sebagai wujud nyata perguruan tinggi dalam mewujudkan kemandirian alat kesehatan di Indonesia," kata Rektor Tel-U Prof. Adiwijaya dalam siaran pers yang diterima BeritaBaik.id, Senin (16/12/2019).

TemanBaik mungkin bertanya-tanya, apa sih kelebihan alat in? BeritaBaik punya ulasannya nih. Dengan Arrhythmia Monitoring System, perekaman jantung tak lagi harus memeriksakan detak jantungnya di rumah sakit.

"Dengan alat ini, pasien memungkinkan untuk merekam tekanan jantung di rumah. Selain itu, dokter pun bisa mendapatkan data perekaman irama jantung secara real time. Hal ini belum pernah dilakukan alat perekam jantung yang sudah ada sebelumnya," jelas Adiwijaya.

Masih ada lagi nih TemanBaik kelebihan dari alat ini. Beberapa di antaranya adalah desain yang portabel, hemat energi, efektif dan efisien. Untuk notifkasi, alat mampu mendeteksi arrythmia malignant secara real time dan mengirim notifikasinya bukan hanya ke dokter, tapi juga pada pasien serta keluarganya.

Pendeteksian dengan alat ini hasilnya juga dapat dilihat dalam waktu singkat. Setelah pemeriksaan selesai, hasilnya akan langsung terlihat. Ini berbeda dengan alat lain yang hasilnya harus menunggu dua hingga tiga hari. Akurasi hingga sensitivitas deteksinya juga tinggi. Alat ini pun sudah diuji coba di rumah sakit di Malang. Hasilnya pun cukup positif.

"Berdasarkan hasil uji coba pada 100 pasien RS dr. Saiful Anwar Malang, dibandingkan dengan alat yang sudah ada, tingkat akurasi Arrthymia Monitoring System hampir sama, mencapai 80-85 persen," tutur Adiwijaya.

Baca Ini Juga Yuk: ITB Bikin Alat Deteksi Dini Penyakit Kardiovaskuler

Dari segi harga, alat ini juga tergolong sangat murah. Untuk alat serupa yang harus diimpor, harganya bisa mencapai Rp80 juta per unit. Sedangkan Arrhythmia Monitoring System hanya Rp7 jutaan. Ke depan, alat ini diharapkan digunakan di berbagai tempat pelayanan kesehatan seperti rumah sakit dan puskesmas. Sehingga, hasil riset ini bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.

"Saat ini kami berusaha meningkatkan jumlah pengguna Arrhythmia Monitoring System. Jika dulu pasien harus pergi ke pusat pelayanan jantung yang lengkap, bayangan kami alat ini dapat dioperasikan hingga di level puskesmas," ungkapnya.

"Jadi, setiap orang bisa mengakses layanan ini, tidak perlu jauh-jauh datang ke rumah sakit besar. Dokter pun akan lebih mudah untuk memonitor kondisi pasien secara real time. Karena, jika ada kelainan pada irama jantung, akan ada notifikasi para smartphone jika pasien tersebut sedang mengalami gangguan," pungkas Adiwijaya.

Penemu Arrhythmia Monitoring System
Di balik inovasi Arrhythmia Monitoring System, tak lengkap jika tak mengulas perjalanan di baliknya beberapa tahun lalu. Alat ini adalah hasil penelitian Satria Mandala, Ph.D., yang merupakan dosen dan peneliti Tel-U. Saat itu, Satria masih bekerja di Universiti Teknologi Malaysia.

Penelitian itu dilakukan menggunakan dana hibah. Penelitiannya sendiri bertajuk 'Real-time Monitoring Ventricular Arrythmian Based-on Artifial Intelligence Algorithm in Android Smartphone' yang berkolaborasi dengan Institut Jantung Negara (IJN) Malaysia.

Setelah itu, Satria pulang ke Indonesia. Kemenristekdikti pun menyambut baik rencana Satria untuk mewujudkan prototipe dari hasil penelitiannya. Melalui hibah Program Pengembangan Teknologi Industri (PPTI) dari tahun 2017-2019, prototipe deteksi Arrhythmia ini akhirnya berhasil dibuat.

Tapi, butuh berbagai penelitian lanjutan dan beragam perbaikan untuk menyempurnakan alat ini. Akhirnya, berkat kerja keras, Arrhythmia Monitoring System berhasil dibuat. Alat ini pun diluncurkan hari ini di RS dr. Saiful Anwar Malang.


Foto: dokumentasi Tel-U

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler