Fenomena Astronomi pada September Ini, Apa Saja?

Bandung - TemanBaik, fenomena astronomi selalu memiliki daya tarik tersendiri untuk dibahas. Khusus pada September 2020 ini, beberapa fenomena astronomi pun bakal terjadi. Kita bahas beberapa fenomena itu, yuk!

1. Bulan Purnama
Fase puncak bulan purnama akan terjadi pada 2 September 2020, tepatnya pukul 12.21 WIB dengan jarak geosentris 399.200 kilometer dan diameter sudut 29,5 menit busur.

Di Indonesia bagian barat, purnama ini bisa dilihat dua hari berturut-turut, yaitu pada 1 dan 2 September 2020. Purnama ini disebut bulan jagung penuh dan bulan jelai penuh karena pada saat itu jagung dan jelai biasanya dipanen.

2. Apogee Bulan
Di antara kamu mungkin yang asing saat membaca istilah apogee bulan? Jika belum tahu, kita kasih penjelasannya nih. Hal yang dimaksud apogee bulan adalah bulan berada pada titik terjauh dari bumi.

Peristiwa ini akan terjadi pada 6 September 2020, tepatnya pukul 13.21 WIB. Ini merupakan peristiwa yang biasa terjadi. Sebab, ada kalanya bulan berada pada titik terdekat dengan bumi. Namun, ada kalanya juga berada pada titik terjauh.

"Saat apogee ini dampaknya adalah pasang-surut air laut. Tapi, potensi bencana akibat fenomena ini hampir tidak ada karena ini proses gravitasi biasa," ujar Kepala Pusat Sains Antariksa LAPAN Clara Y. Yatini dalam Zoom Meeting sekaligus Rapat Koordinasi Tim Intelijen Penanggulangan Bencana.

Baca Ini Juga Yuk: IPB Tempatkan Budidaya Kepiting di Apartemen

Saat apogee nanti, bulan akan berjarak geosentris 405.579 kilometer dari bumi dengan iluminasi 85,44% (fase benjol akhir) dan lebar sudut 25,2 menit busur. Meski berada pada titik terjauh, bulan akan tetap bisa terlihat.

Ketika apogee, bulan dapat disaksikan mulai pukul 21.00 WIB di arah timur dan terbenam keesokan harinya pada pukul 09.00 WIB. Bedanya, saat apogee terjadi, bulan akan terlihat lebih kecil dari biasanya.

3. Neptunus Mendekat ke Bumi
Pada 12 September 2020 pukul 03.10 WIB, planet Neptunus akan berjarak lebih dekat ke bumi atau disebut oposisi Neptunus. Ketika opisisi, jarak antara bumi dengan Neptunus menjadi 28,92 SA atau 4,33 miliar kilometer. Meski jarak ini sangat jauh, tapi ini merupakan jarak terdekat Neptunus ke bumi loh.

Karena posisinya jauh, Neptunus akan bisa terlihat. Bentuknya tampak seperti cakram berwarna biru pucat dengan sudut diameter 0,04 menit busur dan magnitudo tampak +7,8. Tapi, jangan berharap bisa melihatnya dengan mata telanjang ya. Untuk melihat fenomena ini kamu harus menggunakan teleskop.

"Kalau dilihat dengan menggunakan teleskop besar (berdiameter kecil) akan jelas," ucap Clara.

Sementara di luar ketiga fenomena di atas, ada fenomena lain yang bakal terjadi selama September ini. Di antaranya konjungsi Bulan-Mars (5-6 September), okultasi Mars oleh Bulan (6 September), fase perbani akhir (10 September), retrograde Mars (10 September), deklinasi maksimum utara bulan (12 September), serta tripel konjungsi bulan-Venus-Beehive.

Jika TemanBaik penasaran dengan fenomena-fenomena di atas, kamu bisa mengintip akun Instagram @lapan_ri. Di sana dijelaskan berbagai fenomena yang terjadi selama September ini.

Foto: Ilustrasi Unsplash/Mike Petrucci
Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler