Fenomena Hujan Meteor, Amankah Bagi Bumi?

Bandung - TemanBaik, tahu enggak jika selama kurun Juli hingga akhir September 2020 ini terjadi hujan meteor? Bahkan, meteor yang terlihat menuju ke arah bumi bisa mencapai puluhan dalam satu jam.

Namun, jangan bayangkan puluhan meteor ini jatuh ke bumi dalam ukuran besar dan menghancurkan suatu wilayah seperti di film ya. Simak ulasannya, yuk!

Menurut Kepala Pusat Sains Antariksa LAPAN Clara Y. Yatini, hujan meteor adalah fenomena yang biasa terjadi. Ini bagian dari dari fenomena astronomi.

"Hujan meteor ini fenomena biasa. Pada umumnya, saat bumi berputar mengelilingi matahari, bumi akan melewati wilayah yang tidak kosong (di antariksa)," kata Clara.

Di wilayah kosong itulah terdapat banyak debu yang berasal dari komet. Ukurannya pun beragam. Sehingga, ketika bumi bergerak melewati ruang kosong itu, benda-benda luar angkasa tersebut akan mengarah ke bumi.

"Di bumi, (benda-benda) ini diamati sebagai hujan meteor," ujar Clara.

Baca Ini Juga Yuk: Fenomena Astronomi pada September Ini, Apa Saja?

Dari bumi, meteor ini terlihat seperti bola api yang meluncur. Jumlahnya pun sangat banyak, apalagi jika dilihat pada malam hari. Dalam kurun Juli-September ini pun potensi hujan meteor tergolong tinggi. Namun, periode puncak hujan meteor ini sudah terlewat pada Agustus lalu.

"Puncaknya pada 13Agustus lalu dengan jumlah sekitar 80 meteor per jam," jelasnya.

Sedangkan kondisi saat ini, rata-rata tertinggi hujan meteor mencapai 50 meteor per jam. Kondisi ini bakal berlangsung hingga akhir September dengan jumlah meteor per jamnya bervariasi. Namun, diprediksi jumlahnya tak akan sebanyak seperti pada puncaknya saat 13 Agustus lalu.

Potensi Bencana
Di antara kamu mungkin ada yang bertanya, amankah hujan meteor ini untuk penduduk di bumi? Jawabannya, bisa aman, bisa juga tidak. Namun, secara umum, hujan meteor ini cukup aman.

Kenapa aman? Itu karena ukuran meteor akan terus menyusut selama bergerak. Meteor itu pun belum tentu mengarah ke bumi alias memasuki atmosfer bumi dan menuju ke wilayah bumi.

Kalaupun mendarat ke bumi, ukurannya akan terus berkurang. Sehingga, ukurannya tak sebesar yang dibayangkan. Namun, jika menuju ke bumi, memang ada sisi bahaya tersendiri.

Meski ukuran meteor yang sampai ke bumi berukuran kecil, tetap bisa menimbulkan kerusakan. Apalagi jika ukurannya besar. Beberapa tahun lalu misalnya, pernah terjadi hujan meteor di salah satu wilayah di Indonesia. Ukuran meteornya kurang dari kepalan tangan orang dewasa, tapi membuat sebagian atap rumah mengalami kerusakan.

"Untuk potensi bencana, selama meteor tidak jatuh ke atmosfer bumi, tidak akan menyebabkan bencana apapun. Kecuali kalau masuk ke atmosfer bumi, tentu ada potensi bencana," jelas Clara.

Meteor yang jatuh ke bumi ini juga pernah terjadi beberapa waktu lalu. Lokasinya ada di salah satu wilayah di Sumatera Utara. "Tapi tidak ada kerugian (kerusakan) di sana," tandas Clara. 

Foto: Ilustrasi Unsplash/Luca Iaconelli

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler