KRI 2020 Jadi Kontes Robot Daring Pertama di Dunia

Bandung - TemanBaik, Kontes Robot Indonesia (KRI) menjadi kegiatan yang rutin digelar selama 17 tahun. Tahun ini, meski di tengah pandemi COVID-19, KRI 2020 tetap dilaksanakan.

Namun, tentu ada yang berbeda dibanding pelaksanaan sebelum-sebelumnya. KRI 2020 digelar daring. Ini jadi kompetisi robot pertama di Indonesia sekaligus di dunia yang diselenggarakan secara live atau siaran langsung.

KRI 2020 ini seperti biasanya digelar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan Pusat Prestasi Nasional dan Institut Teknologi Bandung (ITB) sebagai penyelenggaranya. ITB menjadi tuan rumah KRI 2020 yang merupakan kali kedua setelah tahun 2012 lalu.

Karena digelar daring, para peserta tidak berada di lokasi kontes. Mereka cukup mengikuti kontes dari tempatnya masing-masing. Kontesnya sendiri ditayangkan daring melalui mekanisme video conference. Mereka kemudian akan dinilai secara daring juga oleh para juri yang terpusat di ITB.

Di area tuan rumah, protokol kesehatan juga dijalankan secara ketat, termasuk membatasi jumlah panitia yang hadir. Para peserta juga wajib menjalankan protokol kesehatan di tempatnya masing-masing.

Dalam siaran pers yang diterima BeritaBaik.id, ada dua tantangan utama yang harus dihadapi dalam pelaksanaan KRI Daring 2020, yaitu fairness dan fairplay. Fairness berarti semua tim memiliki kemampuan teknologi dan infrastruktur pendukung yang sama. Sedangkan fairplay yaitu semua tim yang mengikuti kontes bisa bermain dengan jujur dan tanpa melakukan kecurangan apapun.

Sementara untuk bentuk pertandingan dan penilaian dari kontes ini disesuaikan dengan kondisi pelaksanaan daring tanpa mengurangi faktor kompetitif dan daya tarik masing-masing divisi.

Baca Ini Juga Yuk: TPPAS Cirebon Raya akan Ciptakan Sejarah di Indonesia

Tahapan KRI 2020
KRI Daring 2020 sendiri dilaksanakan dalam beberapa tahap. Pada tahap awal, seluruh calon peserta melalui dua kali seleksi, yaitu seleksi proposal dan seleksi kemajuan robot. Peserta yang lolos seleksi akan diundang untuk mengikuti KRI tingkat wilayah. Sedangkan tim atau peserta dengan prestasi terbaik dari tingkat wilayah diundang untuk mengikuti KRI tingkat nasional.

Di tingkat Wilayah, KRI mempertandingkan empat divisi, yaitu Kontes Robot Pemadam Api Indonesia (KRPAI), Kontes Robot Sepak Bola Indonesia (KRSBI) Beroda, KRSBI Humanoid, dan Kontes Robot Seni Tari Indonesia (KRSTI). Di luar itu, ada Kontes Robot Tematik Indonesia (KRTMI) yang diselenggarakan langsung di tingkat nasional.

Untuk KRI tingkat Wilayah, dibagi lagi ke dalam dua wilayah, yaitu Wilayah Indonesia bagian Barat (I) dan Indonesia bagian Timur (II). KRI Wilayah I diselenggarakan pada 6-8 Oktober 2020 yang diikuti 79 tim robot dari 42 perguruan tinggi. Sedangkan KRI Wilayah II akan digelar pada 9-11 Oktober 2020 yang diikuti 90 tim robot dari 47 perguruan tinggi.

Sehingga, total ada 169 tim robot dari 89 perguruan tinggi se-Indonesia yang bertanding di KRI tingkat Wilayah. Para pemenang dari tingkat wilayah ini akan mengikuti KRI tingkat Nasional pada 16-22 November 2020.

Sejarah Singkat KRI
Di antara TemanBaik mungkin ada yang belum tahu sejarah digelarnya KRI. Hal ini berawal pada 1993 silam. Saat itu, PES-ITS yang saat ini dikenal dengan sebutan Politeknik Elektronika Negeri Surabaya, menyelenggarakan kontes robot pertama di Indonesia dengan nama Indonesia Robot Contest (IRC) 1993.

Seiring berjalannya waktu, pada 2003 kontes robot ini menjadi kontes robot nasional yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Awalnya, kontes tingkat nasional ini hanya mempertandingkan dua divisi. Namun, kontes ini semakin berkembang dan mempertandingkan enam divisi, yaitu Kontes Robot ABU Indonesia (KRAI), KRPAI, KRSBI Beroda, KRSBI Humanoid, KRSTI, dan KRTMI.

Khusus untuk Kontes Robot ABU atau Asia Pasific Broadcasting Union, mengacu pada kompetisi tahunan Asia Pasific Broadcasting Union Robot Contest (ABU Robocon). Sehingga, pemenang di divisi Kontes Robot Pemadam Api Indonesia akan menjadi wakil Indonesia pada ajang ABU Robocon). Sedangkan KRPAI mengacu pada kompetisi internasional Trinity College International Robot Contest yang diselenggarakan di Connecticut, Amerika Serikat. Namun, di KRI 2020 tidak diselenggarakan kontes untuk kategori Kontes Robot Pemadam Api Indonesia.

Untuk Kontes Robot Sepak Bola Indonesia, ini mengacu pada kompetisi robot internasional Robocup. Sedangkan Kontes Robot Seni Tari Indonesia dan Kontes Robot Tematik Indonesia merupakan kontes robot yang khas dengan budaya dan kebutuhan masyarakat Indonesia.

Foto: dok. Pusat Prestasi Nasional & ITB/Tangkapan Layar Kontes Robot Indonesia 2020

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler