Perangkat Hidroponik Pintar ala Unpad, Ini Keunggulannya

Bandung - TemanBaik, penggunaan perangkat hidroponik menjadi salah satu solusi dalam pertanian. Ada beragam keunggulan yang didapatkan dengan metode ini ketimbang bercocok tanam di lahan terbuka.

Namun, ada salah satu sisi minus dari hidroponik, yaitu tingginya penggunaan listrik untuk pengelolaan air. Sebab, hidroponik menggunakan perangkat atau alat untuk mengalirkan air.

Menyiasati hal itu, tim peneliti Fakultas Teknologi Industri Pertanian (FTIP) Universitas Padjadjaran mengembangkan perangkat hidroponik pintar. Perangkat ini menggunakan prinsip self watering system tanpa energi listrik.

Perangkat ini diberi nama 'Smart Watering'. Sosok di balik pengembangan ini adalah dosen FTIP Unpad Dr. Sophia Dwiratna Nur Perwitasari, M.T., bersama lima mahasiswa FTIP, yaitu Diki Abdulah, Chaerul Amin, Shilvya Dewi Agustien, Annisa Nurdiah, dan Salma Waffiyah.

Produk ini merupakan hasil hilirisasi Penelitian Dasar Unggulan Perguruan Tinggi 2018-2019 yang diketuai Dr. Sophia. Pada 2020, Smart Watering ini diusulkan dalam kompetisi bisnis yang difasilitasi Hibah Inovasi Pre-Startup Mahasiswa Unpad (HIPSMU).

Baca Ini Juga Yuk: Begini Cara Sederhana untuk Menghemat Pemakaian Internet

Keunggulan utama dari Smart Watering ini tentu adalah tanpa penggunaan listrik. Smart Watering menggunakan metode keilmuan lain.

"Produk kami memanfaatkan gaya gravitasi, prinsip archimedes, dan kapilaritas itu ternyata hasilnya sama bagusnya dengan sistem yang memakai energi listrik untuk irigasinya," kata Sophia di laman resmi Unpad.

Smart Watering ini dapat digunakan untuk berbagai jenis tanaman dan metode hidroponik, seperti substrat dan kultur air. Selain hemat listrik, penggunaan Smart Watering diyakini dapat meningkatkan efisiensi dalam penggunaan air dan nutrisi.

"Self watering system yang kita aplikasikan itu 100 persen air dan nutrisi akan diserap oleh tumbuhan. Kita meminimalisasi proses penguapan dari media tanamnya," jelas Diki, salah seorang mahasiswa anggota tim.

Komponen yang digunakan untuk Smart Watering ini meliputi tandon, wadah, katup, dan saluran irigasi. Dalam penggunaannya, tandon lebih dulu diisi air dan nutrisi. Setelah keran dibuka, air dan nutrisi akan masuk ke setiap katup yang ada pada wadah. Katup itulah yang bakal mengatur pemberian irigasinya.

"Valve (katup) itu akan mengairi setiap bucket (wadah) sesuai kebutuhan tanaman," tutur Diki.

Dengan metode ini, penggunanya tidak perlu menyiram air setiap hari. Pengguna hanya butuh waktu seminggu sekali atau sesuai fase tumbuh tanaman.

Perangkat ini juga dinilai antiribet. Satu instalasinya berukuran 150x60 sentimeter. Untuk satu set, dapat digunakan hingga 70 lubang tanaman sayur daun dan 10 tanaman sayuran buah.

"Jadi bisa dimanfaatkan di teras-teras rumah atau pekarangan," ucap Diki.

Produk ini ternyata sudah dipasarkan dan digunakan di beberapa daerah loh, mulai dari Bandung hingga luar Jawa. Itu karena produk tersebut mudah dikemas dan pemasangannya terbilang mudah.

Foto: dok. www.unpad.ac.id
Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler