Menikmati Kebun Teh Sambil Napak Tilas Sejarah di Vila Bosscha

Bandung - Pengin menepi dari keriuhan kota besar? Main ke Agrowisata Malabar yuk di Pangalengan. Seusai menerobos gumpalan kabut di sepanjang jalan, kejutan mewah ini bakal menyapa TemanBaik saat menjejakkan kaki di kebun teh ini. 

Terletak di Kecamatan Pangalengan atau 45 km menuju selatan Kota Bandung, kita cuma butuh waktu sekitar dua jam untuk mencapai lokasi. Saat sampai di villa peristirahatan Bosscha, mata pun langsung dimanjakan dengan suasana asri perkebunan, lengkap dengan panorama Gunung Nini yang memukau.

Yakin deh,  singgah di kebun teh ini rasa penat dan stres tubuh seolah lenyap loh.  Terlebih, di perkebunan yang dikelola oleh PTPN VIII ini kita juga bisa menikmati berbagai obyek wisata alam yang berada di sekeliling perkebunan.

"Kebanyakan para traveler sih memilih Agrowisata Malabar untuk beristirahat dan penyepi dari kebisingan. Selain menginap di Wisma Malabar, banyak juga yang ke sini sebatas pelesir sambil swafoto," ujar pengelola Agrowisata Malabar Suhara kepada BeritaBaik.

Datang ke perkebunan teh ini, TemanBaik juga bakal bertambah loh ilmunya. Sedikit kilas balik, dulu area seluas 8 hektar ini dimiliki saudagar Belanda, Karel Albert Rudolf (K.A.R) Bosscha. Persis di belakangan perbukitan teh Gunung Nini, Bosscha membangun villa cantik dengan arsitek bergaya kolonial.

Sampai sekarang, tempat ini masih berdiri kokoh loh, lengkap dengan properti abad 18 yang masih terawat. Di dalam villa yang menjadi museum ini, para pengunjung bisa menyaksikan piano yang dibuat tahun 1880, sofa antik, meja makan serta lampu hias bernuansa vintage.

Sementara di belakang villa Bosscha, berderet rumah kayu yang berfungsi sebagai tempat staycation. Jadi, selepas berjalan-jalan di sekitar area kebun teh, kita bisa rehat manis di rumah kayu. 

"Kalau traveler yang tujuannya leisure sih biasanya mereka tea walk atau berjalan-jalan menyusuri kebun teh, ke puncak Gunung Nini, berkunjung ke makam Bosscha atau berendam di sumber air panas Tirta Camelia," sambungnya.

Ia menjelaskan, kalau pengin lebih seru, baiknya pelesiran ke Malabar sih dilakukan sama geng atau komunitas kamu ya TemanBaik. Contohnya seperti gathering perusahaan, reuni atau leisure bersama keluarga. 

Bermalam di Wisma Malabar, kamu bisa memilih beberapa kategori kamar. Untuk  kamar standar yang termurah dipatok Rp 325 ribu per malam di weekdays dan Rp 425 ribu saat weekend. Sementara untuk kamar kayu Rp 700 ribu weekdays dan Rp 1 juta di weekend serta Rp 1,2 ukuran terbesar dengan kapasitas lebih dari 20 orang. 


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler