Cerita Jalan Asia-Afrika, Sekat 'Warisan' Dari Zaman Kolonial

Bandung - TemanBaik sadar enggak jika ternyata Kota Bandung memiliki perbedaan kontras antara wilayah utara dan selatan? Yuk, kita bahas perbedaannya!

Secara tidak tertulis, Kota Bandung sebenarnya terbagi dua sejak zaman kolonial Hindia Belanda, yaitu wilayah utara dan selatan. Yang menjadi sekat pembedanya adalah Jalan Raya Pos yang sudah berganti nama menjadi Jalan Asia-Afrika.

"Perbedaannya (wilayah utara dan selatan) sangat kental sekali," ujar pegiat Komunitas Aleut Ariyo Wahyu Widjayadi kepada BeritaBaik.id.

Di zaman penjajahan, Bandung bagian utara ternyata memang sudah dikhususkan bagi orang Eropa, khususnya Belanda. Mereka adalah golongan elit dan rata-rata punya pengaruh penting saat itu.

Pembangunan rumah dan berbagai gedung banyak yang bernuansa ala Belanda di kawasan utara. Pembangunan pun ditata dengan rapi agar. Sehingga, wajar jika kawasan utara terkesan terasa jauh lebih nyaman agar kaum elit merasa betah. Bahkan, kenyamanan wilayah utara masih terasa hingga kini, contohnya di kawasan Dago.

"Lihat saja ke daerah Dago sekarang, lebih tertata rapi (dibanding Bandung daerah selatan)," ungkapnya.

Dago sendiri adalah sebutan lain untuk Jalan Ir. H. Djuanda. Dago merupakan salah satu daerah di Bandung bagian utara. "Itulah kenapa enaknya di Dago, daerah itu memang didesain untuk orang-orang Eropa," ucapnya.

Sebaliknya, Bandung bagian selatan sejak zaman dulu adalah kawasan bagi kaum pribumi. Tak ada penataan serapi kawasan utara. Akibatnya, pembangunan di Bandung, khususnya dari Jalan Asia-Afrika ke arah selatan, sangat berbeda jauh. Sebab, 'sentuhan' Belanda difokuskan di Bandung bagian utara.

Di mana sih bagian selatan Bandung? Yang paling dekat adalah Jalan Dewi Sartika, Lengkong, Balonggede, serta berbagai kawasan lainnya hingga membentang ke Kabupaten Bandung.

Pembangunan di Bandung bagian selatan sendiri mulai gencar dilakukan pada era 1900-an oleh warga pribumi yang dulu dikategorikan kelas bawah. Kian tahun, pembangunan pun terus berjalan hingga sekarang. Bahkan, kepadatan rumah dan bangunan bisa terlihat semakin berjejal.

Jika TemanBaik enggak percaya, cek sendiri deh perbedaannya. Jalan Asia-Afrika bisa jadi titik awal perjalanan. Mulailah dari sana untuk menjelajah ke bagian utara Bandung, setelah itu bandingkan dengan wajah kawasan Bandung bagian selatan.

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler