Pasar Organik di Surga Tersembunyi Bandung

Bandung - TemanBaik, tahu enggak jika di Kota Bandung ternyata masih ada pemukiman seperti pedesaan? Lokasinya ada di kawasan Watervang, tepatnya RW 11 Kelurahan Hegarmanah, Kecamatan Cidadap. Kawasan ini juga sering disebut Kampung Cibarani.

Untuk menuju ke lokasi, rute utama yang bisa dilalui adalah melalui Jalan Siliwangi. Dari sana, kamu harus menempuh jalan dengan lebar yang hanya bisa dilalui dua sepeda motor. Itu pun ketika ada dua sepeda motor datang dari arah berlawanan, salah satunya harus berhenti dan lebih minggir agar salah satunya bisa lewat.

Dengan menggunakan sepeda motor, menuju kawasan ini butuh waktu sekitar 10-15 menit. Jika berjalan kaki dari mulai Jalan Siliwangi, tentunya butuh waktu lebih lama. Namun, ada juga jalan lain yaitu melalui kawasan Hegarmanah jika menggunakan kendaraan roda empat.

Meski begitu, kamu lebih disarankan melalui Jalan Siliwangi agar bisa menikmati pemandangan di sepanjang perjalanan. Yakin enggak bikin mata kamu bosan deh jika melintas ke sana melalui jalur ini.

Saat menyusuri kawasan ini kamu akan dimanjakan pemandangan khas pedesaan. Di sepanjang jalan kamu akan diapit dua sungai sekaligus. Satu sisi adalah Sungai Cikapundung yang cukup besar. Di sisi lainnya adalah sungai kecil yang posisinya berdampingan dengan jalan kecil yang dilalui.

Sesekali, di sepanjang perjalanan ada pemukiman warga. Tapi, sesekali juga kamu akan dihadapkan pada jalan yang di satu sisinya tebing curam. Ya, bagi yang belum terbiasa, melintas ke daerah ini tentu butuh kehati-hatian ekstra.

Baca Ini Juga Yuk: Sambut Hari Anak Nasional, Tempat Wisata Ini Gratiskan Tiket

Namun, saat tiba di ujung jalan yang dikenal dengan sebutan Watervang atau Kampung Cibarani, rasa lelah dan was-was akan terbayar lunas. Kamu akan melihat pemandangan indah. Bahkan, kamu akan merasa seolah-olah sedang berada di hutan.

Deretan pepohonan besar terlihat asri di sana. Suara sungai yang mengalir menambah kesan eksotis di lokasi. Sesekali juga terdengar suara kicauan burung. Tentu ini jadi pemandangan yang jarang bisa ditemui di daerah lain di Kota Bandung. Sebab, Kota Bandung saat ini juga jadi kota megapolitan yang pesat dengan pembangunan dan modernitas.

Hadirkan Pasar Organik
Kawasan tersebut saat ini sedang dirancang untuk menjadi Kampung Kreatif Cibarani oleh warga dan pemuda setempat. Sebagai langkah awal, di lokasi dijadikan pasar sayuran organik setiap akhir pekan.

Sabtu (25/7/2020) menjadi hari pertama dari hadirnya pasar sayuran organik yang disebut 'Weekly Market Watervang' tersebut. Di hari pertama, respon warga sangat antusias. Mereka banyak yang membeli sayuran yang dijual di lokasi.

Sebab, sayuran yang dijual adalah sayuran berkualitas. Soal harga, sayuran di sini dijual dengan harga di bawah harga umum sayuran organik. Ini jadi pemantik tersendiri agar warga berbelanja. Bahkan, ada juga warga dari luar daerah setempat yang berbelanja.

Begitu juga di hari kedua, Minggu (26/7/2020), pembeli cukup ramai. Untuk menambah meriah suasana, di lokasi digelar live musik yang menampilkan warga setempat.

Sekretaris Karang Taruna Kreasi 511 Derry Joaniva Hartono mengatakan kegiatan yang digelar di lokasi adalah hasil swadaya dan gerakan masyarakat serta pemuda setempat. Tujuan utamanya agar banyak warga setempat yang bergerak untuk kemajuan daerah.

"Di sini kita mengedepankan kolaborasi masyarakat," ucap Derry kepada BeritaBaik.id.

Semua yang terlibat dalam kegiatan 'Weekly Market Watervang' tersebut tentunya adalah warga sekitar. Sayuran yang dijual juga berasal dari kebun setempat yang dikelola warga. Sedangkan sbagian sayuran organik yang dijual pun didatangkan dari tempat yang dibina oleh warga sekitar.

Sayuran yang dijual pun terlihat segar, mulai dari cabai, tomat, kangkung, mentimun, waluh, hingga jagung. Kualitasnya terjaga dengan baik meski dijual dengan cara sederhana. Sayuran yang dijual disimpan di atas karpet yang digelar di tanah. Semuanya disimpan di satu titik saja.



Pembeli Bawa Wadah Sendiri
Bukan sekadar menjual sayuran organik, di sini juga diterapkan aturan khusus. Untuk mengurangi potensi menghasilkan sampah, pembeli disarankan membawa wadah atau tas belanja sendiri.

Namun, karena masih tahap awal, di lokasi masih disediakan kantong kresek. Meski begitu, ke depan kantong kresek akan diganti dengan kemasan lain yang ramah lingkungan dan bisa didaur ulang.

"Pembeli disarankan bawa wadah atau kemasan sendiri. Kemarin memang kita masih pakai kresek karena masih baru, tapi hari ini pembeli sudah mulai bawa sendiri, tadi misalnya ada yang bawa totebag sendiri," jelas Derry.

Sementara agar tak mubazir alias terbuang percuma, sayuran yang tak terjual di lokasi akan dibawa untuk ditawarkan dari pintu ke pintu rumah warga. Sehingga, sayuran akan terjual habis. Jam operasional pasar ini mulai dari pukul 07.00-11.00 WIB. Setelah itu, sayuran akan ditawarkan kepada warga.

Karena program yang dijalankan merupakan swadaya masyarakat, hasilnya pun tentu untuk masyarakat itu sendiri. Mereka bisa mendapatkan pemasukan dari kegiatan tersebut. Di sisi lain, warga juga terlibat dalam kegiatan yang lebih bermanfaat.

Rencananya, seluruh hasil penjualan akan dipakai untuk mengembangkan kawasan tersebut. Untuk kegiatan 'Weekly Market Watervang', rencananya ke depan akan dibuat lebih meriah. Perwakilan dari enam RT akan menampilkan aneka produk di sana, bisa makanan tradisional hingga produk lainnya. Namun, unsur tradisional akan lebih dikedepankan.

"Hasil dari jualan ini akan kita pakai untuk pengembangan wilayah," ucap Derry.

Sebagai gambaran, di sini sudah ada kebun dan pembibitan sayuran organik sendiri. Warga setempat pun sedang gencar melakukan pembibitan di beberapa titik. Selain itu, warga juga bisa melakukan pembibitan di rumahnya sendiri dengan bibit yang disediakan. Setelah panen, hasilnya bisa dijual melalui pasar sayuran organik tersebut.

Bahkan, ada juga kolam pembibitan ikan yang baru berjalan belum lama ini. Rencananya, nantinya bakal ada penjualan ikan di lokasi. Konsep jual-belinya, pembeli akan memilih dan mengambil sendiri ikannya dari kolam.

Beragam konsep lain juga sedang dikembangkan. Intinya, kawasan ini diharapkan jadi obyek wisata baru di Bandung. Yang ditawarkan adalah ragam keunikan, tradisionalitas, dan pemandangan alam yang bakal bikin betah pengunjung.

Kolam untuk Si Kecil
Jika kamu berkunjung ke lokasi dan membawa anak kecil, harus siap-siap bawa pakaian ganti ya. Sebab, tak jauh dari lokasi pasar sayuran organik terdapat kolam berukuran kecil. Kolam ini akan memancing si kecil untuk turun dan bermain air di sana.

Airnya sendiri bersumber dari mata air yang tak jauh di lokasi. Namun, karena untuk anak kecil, tentu kolamnya juga dangkal. Sehingga, kolam ini tergolong aman bagi si kecil.

Sambil menunggu atau menyertai anak bermain di kolam, kamu bisa menikmati pemandangan alam sekitar yang asri. Jadi, kamu bisa melihat atau menjaga si kecil bermain sambil menyejukkan pikiran.

Untuk menggunakan kolam ini juga gratis kok. Sebab, menuju kawasan Kampung Cibarani ini tak dikenakan tiket atau biaya masuk. Sehingga, datang ke lokasi bisa menjadi alternatif wisata murah-meriah di Kota Bandung.

TemanBaik penasaran ingin melihat keindahan di surga tersembunyi ini? Datang ke lokasi saja ya untuk mengusir rasa penasaranmu!

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler