Satu dari Tujuh Spot Surfing Terbaik Dunia Ada di Bayuwangi

Banyuwangi - TemanBaik, Indonesia memiliki ragam kekayaan alam yang akan membuat warganya bangga. Salah satu kekayaan alam itu adalah Pantai Plengkung di Kabupaten Banyuwangi.

Apa yang istimewa dari pantai ini? Pantai ini disebut-sebut sebagai dari tujuh spot surfing (lokasi berselancar) terbaik di dunia. Simak ulasannya, yuk!

Banyuwangi sendiri merupakan salah satu lokasi terakhir dan tempat singgah bagi wisatawan yang akan menyeberang menuju Bali. Jika kamu berkunjung ke Banyuwangi, tak lengkap rasanya jika tak singgah di Pantai Plengkung.

Apalagi bagi mereka yang hobi berselancar, Pantai Plengkung rasanya jadi destinasi wajib. Pantai ini berlokasi di Taman Nasional Alas Purwo dan berhadapan langsung dengan Samudera Hindia.

Area berselancar yang juga dikenal dengan sebutan G-Land ini dibangun sekelompok peselancar asal Amerika Serikat. Mereka mengadakan ekspedisi di pantai tersebut selama 10 hari. Kamp pertama untuk umum pun akhirnya dibuka pada tahun 1970-an.

Pantai Plengkung ini disebut G-Land berdasrakan beberapa versi. Salah satunya huruf G yang mengarah pada Teluk Grajagan, tempat Pantai Plengkung ini berada. Huruf G juga diambil dari kata Green. Ini juga dialamatkan pada pantai ini karena merupakan sebuah green forest.

"G" juga merujuk dari kata Great berkat ombak yang besar, panjang, dan penuh. Ada juga versi lain yang menyebut huruf "G" ini berasal dari lengkungan Pantai Plengkung yang mirip huruf "G".

Baca Ini Juga Yuk: Pasar Tradisi Lembah Merapi Kembali Dibuka

Diakui Peselancar Legendaris Dunia
Ombak di Pantai Plengkung sendiri mendapat pengakuan banyak pihak sebagai salah satu yang terbaik di dunia. Bahkan, peselancar legendaris dunia Kelly Slater menyebut ombak di sana sebagai salah satu yang paling menantang di antara yang pernah ditemuinya.

Ombak Pantai Plengkung sendiri berbentuk memanjang, tinggi, dan berkecepatan tinggi. Pantai ini juga memiliki tiga tingkatan omak berdasarkan tinggi-rendahnya ombak.

Pertama adalah Many Track Waves, yaitu ombak dengan tingkatan paling rendah. Tingginya berkisar 3-4 meter dan biasanya digunakan peselancar pemula. Kedua adalah Speedis Waves, ombak dengan ketinggian 5-6 meter.

Ketiga adalah Kong Waves. Ombak ini memiliki ketinggian 6-8 meter. Ombak ini adalah yang paling memungkinkan untuk melakukan Tube Riding, yaitu salah satu trik sulit dalam berselancar. Hal yang unik dari jenis ombak ini adalah sulit ditemui di dunia. Selain di Pantai Plengkung, jenis ombak seperti ini hanya ada di Hawai dan daerah Afrika Selatan.

Dari karakter gulungan ombak, di Pantai Plengkung ini cukup unik. Gulungan ombak di sini konsisten dalam satu waktu, yaitu tujuh gulungan dalam sekali hempasan. Besarnya ombak di sini karena adanya arus Antartika yang terbawa oleh Samudera Hindia. Hal ini juga ditopang sudut teluk yang tepat sehingga menjadikan ombaknya sempurna bagi para peselancar.

Yang tak kalah unik, ketika gelombang sedang pasang, ombak di Pantai Plengkung ini membentuk tabung air yang jadi favorit para peselancar. Namun, tak sepanjang waktu loh ombak di sini bisa terjadi dan dinikmati para peselancar. Ada periodik tersendiri di mana ombak terbaik ini terjadi, yakni pada rentang Juli hingga September.

Berkat ombaknya ini, pantai ini kerap dijadikan lokasi untuk ajang selancar kelas dunia, contohnya Da Hui Pro Surfing World Championship. Bahkan, berkat berbagai keunggulannya, pantai ini juga diganjar penghargaan Anugerah Pesona Indonesia sebagai 'Most Popular Surfing Spot Indonesia'.

Akses Menuju Lokasi
TemanBaik penasaran ingin mengunjungi Pantai Plengkung ini? Jika belum tahu, kita ulas yuk akses menuju ke sana. Untuk menuju ke sini, kamu bisa menggunakan akses transportasi darat maupun laut.

Jika menggunakan jalur darat, kamu bisa memanfaatkan transportasi umum seperti bus dari Banyuwangi menuju Kalipahit. Setelah itu, kamu bisa melanjutkan perjalanan menggunakan mobil menuju Pos Pancur. Di sini, semua kendaraan harus berhenti dan diparkir.

Dari Pos Pancur, pengunjung memiliki dua pilihan. Pertama adalah dengan berjalan kaki dengan jarak sejauh 9 kilometer. Kedua, bisa menyewa kendaraan khusus yang sudah disediakan pengelola Taman Nasional Alas Purwo.

Menyewa kendaraan ini paling direkomendasikan jika kamu ingin ke Pantai Plengkung. Sebab, jalur yang dilwati adalah jalur yang kerap dilewati binatang buas. Sehingga, cara ini akan lebih aman.

Jika ingin menggunakan jalur laut, pengunjung bisa menggunakan speedboat atau perahu nelayan dari Pantai Grajagan yang letaknya sekitar 40 kilometer selatan Bayuwangi. Dengan menggunakan speedboat, waktu tempuh sekitar satu jam. Sedangkan jika menggunakan perahu nelayan membutuhkan waktu sekitar dua jam.

Foto: dok. Kemenparekraf.go.id

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler