'Legipait Tepi Laut', Sensasi Ngopi di Atas Kapal

Denpasar - Ngopi di kafe atau di rumah sih sudah biasa. Namun bagaimana ya, jika kita menikmati kopi dengan cara yang berbeda di tengah laut? Nah, BeritaBaik menjajal kesempatan langka tersebut, yuk simak ulasannya!

Pengalaman baru dan unik ini adalah sajian terbaru dari kedai kopi Legipait untuk kamu yang ingin mendapatkan pengalaman baru dan berkesan dalam menikmati kopi. 
Pada Minggu (14/02/21) pagi di pelabuhan Mertasari, Sanur, Bali tampak seperti hari-hari biasanya. Terlihat hanya beberapa belas orang dengan bilah-bilah joran pancing sedang asyik memancing di permukaan air laut yang sedang surut.


Kami dan beberapa orang dalam rombongan juga menunggu di dermaga Mertasari. Bukan untuk ikut memancing, melainkan menanti jemputan untuk mengikuti 'Legipait Tepi Laut', sebuah program baru yang dihelat oleh kapal Arka Kinari. 

'Legipait Tepi Laut' sendiri merupakan program yang bertujuan menikmati sajian kedai kopi Legipait di atas kapal Arka Kinari bersama Nova Ruth dan Grey Filastine yang merupakan duo yang tergabung dalam grup musik eksperimental Filastine & Nova. Nova dan Grey yang juga pemilik kapal, bersama 8 orang awak kapal lainnya baru saja menyelesaikan pelayaran jarak  jauh selama satu tahun pada medio 2019 hingga 2020.



Baca Ini Juga Yuk: Vihara Dharma Ramsi, Kokoh di Tengah Perbedaan

Perjalanan Arka Kinari bersama Filastine & Nova kali ini merupakan salah satu kerjasama dengan misi kebudayaan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Dalam keterangan resminya Arka Kinari menjelaskan kerjasama mereka dengan program Jalur Rempah bertujuan untuk merekonstruksi budaya rempah yang membentuk budaya bahari di Nusantara.

Selama satu tahun pelayaran, mereka bertukar pikiran tentang perubahan cara hidup seimbang yang dilakukan sejak dalam pikiran seperti 'membeli lebih sedikit, menanam lebih banyak'. Kemudian, mereka mencoba menghidupkan kembali jejak-jejak kearifan lokal yang dapat dilakukan siapa saja dan di mana saja tempat mereka berlabuh.

Mereka menjelajah jalur rempah dari Eropa hingga ke Indonesia yang dimulai dari Rotterdam, Belanda. 23 Agustus 2019 silam, Arka Kinari yang merupakan kapal layar jenis sekunar (mirip Pinisi) dengan panjang 18 meter buatan tahun 1947 ini telah membawa mereka menyusuri berbagai negara. Mulai dari benua Eropa, Amerika, hingga Asia untuk kemudian menepi di  Banda Neira pada 16 September 2020 lalu. 


Sebagai catatan, dikutip dari laman resmi mereka, Arka Kinari adalah sebuah kapal digagas oleh Filastine & Nova dan mereka interpretasikan sebagai platform kebudayaan terapung, yang bertujuan untuk mempromosikan kebertahanan akan perubahan iklim dan keterlibatan dengan laut yang lama terabaikan. 

Di siang hari, Arka Kinari merupakan ruang lokakarya, bertukar keahlian dan konser kecil bagi komunitas sekitarnya. Berganti malam, kapal menjadi panggung untuk pertunjukan Filastine & Nova, dengan musik yang menyiarkan darurat krisis ekologi dan visual sinematik yang menggambarkan bayangan kehidupan nomaden di masa depan yang tak berbatas.  Kapal ini dirancang dan dibuat dengan menerapkan tenaga surya untuk memproduksi kebutuhan energinya.



Menikmati Kopi di Laut
Untuk menuju Arka Kinari, kami dijemput dari dermaga Mertasari oleh Grey dengan menggunakan perahu kecil. Di atas kapal Arka Kinari kami disambut oleh Nova, dan juga Dika (Lintas Batas). 

Kegiatan pertama kami sembari menunggu Nova menyajikan kopi adalah berkeliling area kapal Arka Kinari. Dika memandu kami berkeliling, ia menjelaskan dari mulai desain dan juga ruang-ruang yang berada di kapal secara detil.

"Kapal ini secara desain kita fungsikan secara compact. Setiap sudut ruangnya kita manfaatkan, agar setiap ruangnya terisi, hal ini salah satu kelebihan dari Arka Kinari," ujar Dika

Ia mengajak kami berkeliling dari mulai bagian depan
deck kapal, ruang kemudi, ruang awak kapal, ruang kerja Nova dan Grey untuk mengerjakan proyek musik mereka, sampai menengok ruang mesin. Dari apa yang kami lihat, Arka Kinari, adalah sebuah kapal yang compact dan fungsional yang nyaman untuk melakukan pelayaran jarak jauh jauh. 


Setelah selesai berkeliling, kami disambut dengan segelas latte dan pancake sebagai sajian pembuka. Sambil menikmati kopi, Nova dan Dika banyak bercerita tentang perjalanan Arka Kinari dari awal pembuatan, memulai perjalanan, hingga sampai di Indonesia.

"Secara sejarah, kapal ini pertama kali dibuat di Jerman dengan nama Neptune I (1947), pernah berfungsi sebagai kapal penangkap ikan bernama Maria Rosa, lalu pada akhirnya diberi nama Arka Kinari," ujar Dika.

Selain itu, Nova juga bercerita tentang pengalamannya menghadapi badai di perairan antara Perancis menuju Portugal. Hal tersebut menjadi badai yang cukup menantang untuk dilewati, sampai pada cerita percaya atau tidaknya mereka tentang hantu laut.

"Grey pernah meminta aku untuk berdoa ketika badai di antara perjalanan dari Perancis menuju Portugal yang kita hadapi tidak berhenti selama lima hari. Setidaknya hal tersebut bisa mengurangi rasa cemas (kami) semua yang berada di kapal," cerita Nova.  

Selain sajian latte dan pancake, 'Legipait Tepi Laut' juga menyediakan ragam menu lainnya, di antaranya aneka kopi manual brew, teh rempah, dan es coklat. Untuk kamu yang penasaran dengan pengalaman ngopi yang berbeda ini, kamu bisa langsung berkunjung ke laman instagram mereka di @arkakinari. 


Kamu akan diarahkan untuk mengisi sebuah formulir pendaftaran, dengan beberapa kelengkapan data yang wajib kamu lengkapi. Dengan kondisi pandemi ini, Arka Kinari juga memberlakukan protokol kesehatan yang ketat.

Dalam satu sesi kunjungan, hanya akan ada 8 orang pengunjung. Mereka akan di jemput dengan kapal kecil, dengan titik kumpul di Pelabuhan Mertasari. Jika kamu ingin mencobanya, sebaiknya tanyakan dahulu ketersediaannya slot-nya. Karena, sesi 'Legipait Tepi Laut' hanya akan dibuka setiap Sabtu dan Minggu dengan dua sesi pada pukul 08.30 - 11.00 WITA dan 16.30 -  19.00 WITA 

Untuk mencoba sensasi 'ngopi' di laut ini kamu cukup mengeluarkan biaya sebesar Rp100 ribu saja. Dengan jumlah tersebut selain untuk makanan dan minuman yang bisa kamu nikmati, harga  tersebut juga sudah termasuk donasi. Menarik untuk dicoba bukan?



Kami mengakhiri sesi menyenangkan setelah santap siang tersebut dengan percakapan kecil bersama Nova dengan ditemani segelas es coklat penyegar dikala cuaca Bali yang menyengat. Dengan ramah Ia menceritakan jika program 'Legipait Tepi Laut' ini akan menjadi kegiatan rutin sampai bulan Maret saja, hingga rencana dan tujuan pelayaran terdekat dari Arka Kinari.

"Program ini akan berlangsung sampai Maret, ambil menunggu perbaikan dan kapal siap berlayar lagi. Sepertinya akan ke Timur (Labuan Bajo-Komodo), dan merampungkan perjalanan rempah ke Barat Indonesia," tutupnya dengan ramah. 

Selain kami, pada hari tersebut ada beberapa pengunjung lainnya, yang mungkin adalah teman lama dari sang empunya kapal. Dengan begitu akrab, mereka mengakhiri sesi menyenangkan tersebut dengan bertukar kabar dan berbagi cerita.

Bagaimana TemanBaik, kamu tertarik untuk mencoba? Agar kamu tidak ketinggalan info, sila hubungi laman Instagram resmi mereka di @arkakirani. Tentu dengan tetap memberlakukan protokol kesehatan yang ketat, ya!

Foto: dok. Istimewa/Fotografer-Insan Kamil


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler