Mengintip Proses di Balik Tur Virtual ala Museum Geologi

TemanBaik, selama pandemi COVID-19, Museum Geologi di Kota Bandung ditutup. Otomatis, tak ada pengunjung yang bisa datang ke lokasi untuk melihat aneka benda koleksi di sana.

Bandung - Namun, di era serba canggih seperti sekarang, kondisi yang ada bisa disiasati. Warga bisa tetap melihat benda koleksi di Museum Geologi. Hanya saja caranya berbeda, yaitu lewat virtual tour atau tur virtual.

Melalui tur virtual, warga bisa melihat koleksi di Museum Geologi melalui ponsel atau komputer yang tentunya terhubung jaringan internet. Tur virtual ini menggunakan aplikasi Zoom.

Tak hanya melihat benda koleksi, tour guide atau pemandu dari Museum Geologi bakal memberi penjelasan seputar koleksi di sana. Jadi, meski dari jauh, kamu bisa tetap menyerap informasi dan berbagai hal menarik di sana.

BeritaBaik.id pun berkesempatan melihat secara langsung proses di balik tur virtual Museum Geologi pada Rabu (3/3/2021). Sebelum pukul 09.00 WIB, dua pembawa acara dan kru tampak sibuk mempersiapkan diri, termasuk menyiapkan berbagai peralatan.

Baca Ini Juga Yuk: Mengintip Protokol Kesehatan Super Ketat di Kampung Daun

Tepat pukul 09.00 WIB, Erwan Setiawan yang merupakan pemandu Museum Geologi membuka acara tur virtual. Erwan sendiri memerankan karakter Cecep yang merupakan ikon Museum Geologi. Ia berpenampilan selayaknya ahli geologi yang biasa 'tempur' di lapangan.

Ia kemudian dibantu rekannya yang sama-sama pemandu. Keduanya lalu berkeliling ke berbagai sudut di lokasi. Satu per satu benda koleksi di sana dijelaskan dengan detail.

Kameramen pun menyorot setiap koleksi di sana dengan tak kalah detail. Mulai dari fosil vertebrata, kura-kura purba, gaiah purba, hingga peralatan yang dipakai manusia purba tak luput dari sorotan kamera yang secara langsung hasilnya dapat dilihat melalui aplikasi Zoom.

Mereka yang jadi peserta tur virtual pun bisa melakukan tanya-jawab dengan pemandu. Sehingga, jika ada rasa penasaran terhadap berbagai koleksi di Museum Geologi, hal itu akan terjawab tuntas melalui penjelasan pemandu.


Sibuknya Kru Tur Virtual
Kegiatan tur virtual ini terasa cukup mengasyikkan bagi yang menyaksikannya. Namun, proses di balik itu ternyata cukup sulit. Berbagai peralatan harus disiapkan dengan baik agar tur virtual berjalan lancar.

Sepanjang tur virtual, para kru juga enggak bisa leha-leha loh agar kegiatan dilakukan sesempurna mungkin. Sebagai gambaran, pemandu akan menjelajah ke berbagai titik tempat penyimpanan koleksi di sana.

Di saat yang sama, kameramen dan penata cahaya harus sigap mengikuti langkah mereka. Sedangkan kru lain di sekitarnya menjalankan tugas masing-masing. Ada yang sibuk mengatur jalannya acara, ada yang menulis panduan di kertas bagi pembawa acara, ada yang mengarahkan pemandu, hingga ada kru yang mendokumentasikan kegiatan.

Meski sibuk, semuanya diwajibkan 'senyap' agar audio yang didengar peserta tur virtual tidak 'bocor'. Namun, khusus bagi pemandu, tentu harus berbicara hampir di sepanjang acara berlangsung. Mereka pun berusaha berbicara semenarik mungkin dengan gaya bahasa yang santai. Tujuannya biar tur virtual ini enggak membosankan. Maklum, peserta tur virtual biasanya adalah para siswa.

Hadir Sejak Pandemi
Kepala Museum Geologi Iwan Kurniawan mengatakan tur virtual Museum Geologi merupakan bagian dari penyesuaian diri di masa pandemi COVID-19. Meski museum tak bisa dikunjungi, publik diberi ruang untuk tetap bisa berkunjung dan mendapatkan pengetahuan meski secara virtual.

Tur virtual ini pun cukup diminati banyak orang. Siapapun bisa mengikuti kegiatan tersebut. Syaratnya, pihak sekolah, institusi, atau kelompok, tinggal mengajukan permohonan kepada pihak Museum Geologi melalui surat. Nantinya, pengelola akan memberi jawaban, mulai dari jadwal hingga hal teknis yang perlu dilakukan. Yang perlu ditekankan, kegiatan ini gratis kok!

Sementata itu, pemandu Museum Geologi Erwan Setiawan mengatakan, kegiatan tur virtual ini sudah delapan kali digelar. Mereka yang mengajukan permohonan tur virtual pun bisa mengajukan lokasi yang ingin dijelaskan.

Sebab, Museum Geologi terbagi ke dalam beberapa ruangan, mulai dari yang menampilkan fosil hewan purba, peralatan manusia purba, hingga batuan dan mineral.

"Seperti yang peserta sekarang, kita jelasinnya tentang sejarah kehidupan sama sumber daya geologi. Jadi, kita tergantung permintaan," kata Erwan.

Foto: Djuli Pamungkas/beritabaik.id
Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler