Mungsolkanas, Masjid yang Konon Pernah Disinggahi Bung Karno

Bandung - Berbicara soal Kota Bandung, selalu ada tempat menarik untuk dibahas, terutama yang memiliki nilai cerita sejarah. Salah satu yang menarik untuk diulas adalah Masjid Mungsolkanas. Masjid ini konon pernah disinggahi Bung Karno. Simak ceritanya, yuk!

Masjid Mungsolkanas sendiri disebut-sebut sebagai masjid tertua di Bandung. Masjid ini sudah ada sejak 1869 dan berdiri di atas tanah yang diwakafkan Lantenas. Menurut Ketua DKM Masjid Mungsolkanas Diki Senjaya, Lantenas adalah janda kaya dan juga berstatus sebagai Camat Lengkong, Sukabumi, pada saat itu.



Dulu, Lantenas dikenal sebagai orang yang punya tanah luas. Dari sekian tanah yang ada, sebagian diwakafkan untuk dijadikan masjid. "Ibu Lantenas itu dari Ciumbuleuit sampai Wastukancana tanahnya dan mewakafkan tanah masjid ini," ujar Diki.

Saat pertama kali dibangun, masjid ini berupa tajuk (surau) atau gubuk. Maklum, masjid ini dibangun pada 1869. Masjid yang dibangun swadaya ini lalu dikelola KH Abdurohim alias Mama Aden selepas Lantenas meninggal dunia.

Seiring berjalannya waktu, Masjid Mungsolkanas yang ada di kawasan Cihampelas tersebut tetap bertahan hingga kini. Namun, berbagai perubahan terjadi. Sehingga, bangunan asli masjid seperti awalnya sudah tak ada. Sebab, masjid ini berubah menjadi bangunan permanen.

"Kalau bentuk bangunan sudah berubah seiring zaman karena untuk menampung jamaah juga banyak. Dari awalnya cuma hitungan 10-20 jamaah dullu zaman tajug. Kalau sekarang (bisa menampung) 300-400 jamaah," tutur Diki.




Menurutnya, masjid Mungsolkanas sudah tiga hingga empat kali direnovasi. Terakhir kali renovasi dilakukan adalah pada 2008. Sehingga, kini masjid ini punya tiga lantai dan terlihat lebih modern.

Asal-usul Nama Mungsolkanas
TemanBaik, penasaran enggak sih kenapa masjid ini diberi nama 'Mungsolkanas'? Padahal, kebanyakan masjid diberi nama menggunakan bahasa Arab atau mengandung unsur nama daerah. Ada yang bisa menduga berasal dari bahasa apa nama Mungsolkanas ini?

Jawabannya adalah bahasa Sunda. Mangga Urang Ngaos Solawat ka Kanjeng Nabi Muhammad SAW, begitulah nama masjid ini yang kemudian disingkat jadi Mungsolkanas. Jika diartikan ke dalam bahasa Indonesia, 'Mungsolkanas' ini adalah Mari Kita Membawa Salawat untuk Nabi Muhammad SAW.



Tidak diketahui dari mana ide nama Mungsolkanas ini muncul dan siapa pencetusnya. Namun, nama ini kemudian disematkan pada masjid tersebut dan bertahan hingga kini.

"Kalau menurut sesepuh dulu, makna (dari Mungsolkanas) itu sendiri mungkin karena memaknai masjid sebagai tempat mengagungkan salawat kepada Kanjeng Nabi Muhammad SAW," ucapnya.

Secara turun-temurun, dari generasi ke generasi, Masjid Mungsolkanas ini pun bertahan sebagai tempat menggaungkan salawat. Tak hanya itu, tentu masjid ini juga berfungsi seperti masjid lain pada umumnya, mulai dari tempat salat, kajian agama Islam, hingga kegiatan Ramadan.



Pernah Disinggahi Bung Karno
Sebagai masjid tertua di Kota Bandung, keberadaan masjid ini juga dibumbui cerita. Sosok Ir. Sukarno alias Bung Karno konon pernah singgah dan salat di masjid ini.

"Tidak menutup kemungkinan, menurut orang tua dulu, Bung Karno selalu singgah di sini," ucap Diki.

Memang, tak ada bukti otentik yang membenarkan Bung Karno pernah singgah di masjid tersebut. Namun, kemungkinan itu sangat terbuka. Sebab, Bung Karno pernah kuliah di Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 1921-1926. Apa yang membuat dugaan itu mencuat?

"Bung Karno itu kuliahnya dekat dari sini, kuliahnya di ITB. Itu dekat, (dari sini) tinggal ke arah bawah," ungkap Diki.

Dugaan lainnya, bukan tak mungkin masjid ini juga jadi tempat menyusun strategi untuk pejuangan kemerdekaan. Sebab, Bandung merupakan kotanya para pejuang. Bahkan, Bung Karno banyak menghabiskan perjuangan besarnya di Bandung, termasuk berumahtangga dengan Inggit Garnasih yang merupakan warga Bandung.



Ingin Hadirkan Wisata Religi
Sebagai masjid tertua di Bandung, Masjid Mungsolkanas diperkirakan merupakan pusat penyebaran agama Islam di Bandung di masa lalu. Bahkan, dalam perjalanannya, zaman dulu masjid ini juga membina masjid-masjid lain yang muncul di Bandung, misalnya yang kini dikenal sebagai Masjid Ujungberung, Masjid Raya Jawa Barat, dan Masjid Raya Cipaganti.

Hingga kini, Masjid Mungsolkanas pun tetap menjadi tempat menyebarkan syiar Islam. Berbagai kegiatan pun digelar, baik sebelum maupun selama pandemi COVID-19. Khusus sejak pandemi melanda, ada penurunan jumlah orang yang aktif berkegiatan di lokasi. Namun, sebelum pandemi, kegiatan keagamaan di lokasi selalu ramai.



Karena punya nilai sejarah, Diki berharap Masjid Mungsolkanas bisa jadi tempat wisata religi. Namun, butuh waktu panjang dan berbagai langkah agar mimpi itu terwujud. Salah satu upayanya adalah akan mengupayakan agar Masjid Mungsolkanas menyandang status cagar budaya dari Pemkot Bandung.

"Perencanaan dan keinginan (menjadi lokasi wisata religi) ada dari dulu. Cuma kita juga butuh perhatian pemerintah kota, khususnya Dinas Kebudayaan (dan Pariwisata) untuk merawat masjid tertua di Kota Bandung ini," pungkas Diki.



Foto    : Djuli Pamungkas/beritabaik.id
Layout : Agam Rachmawan/beritabaik.id

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler